KETIK, SIMEULUE – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue melakukan pemeriksaan keamanan pangan segar asal tumbuhan (BSAT) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG), Desa Awe Kecil, Kecamatan Teupah Barat, Kamis, 29 Oktober 2026.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menguji kandungan dan residu pestisida pada sayuran serta buah-buahan segar sebelum diolah menjadi makanan bagi peserta didik penerima manfaat program MBG.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, Ikhwan Jamil, yang meninjau langsung kegiatan tersebut, mengatakan pemeriksaan berkala menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan bahan pangan yang digunakan memenuhi standar keamanan dan kesehatan.

“Pemeriksaan pestisida pada bahan segar ini merupakan langkah preventif yang sangat krusial. Kami ingin memastikan seluruh bahan pangan yang diolah di dapur MBG benar-benar bebas dari bahan berbahaya, sehingga anak-anak kita menerima asupan yang tidak hanya tinggi gizi, tetapi juga aman, sehat, dan menunjang tumbuh kembang mereka,” ujar Ikhwan Jamil.

Pengujian sampel dilakukan oleh tim teknis Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue menggunakan alat uji cepat atau rapid test kit pestisida.

Baca Juga:
Hanura Simeulue Serahkan SK dan Atribut kepada Seluruh PAC, Dirangkai Santunan Anak Yatim

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, Ikhwan Jamil foto bersama di SPPG Awe Kecil, Kamis 29 Oktober 2026. (Foto: Helman/Ketik.com)

Melalui pemeriksaan tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan bahan pangan segar yang dipasok ke dapur MBG Awe Kecil memenuhi standar mutu dan kesehatan sebelum diolah dan disajikan kepada penerima manfaat.

Ikhwan juga mengimbau pengelola SPPG dan pemasok bahan pangan agar memperhatikan kualitas bahan yang digunakan. Ia menekankan pentingnya memilih bahan pangan segar, bergizi, sehat, dan aman, sekaligus mengutamakan produk dari petani lokal Simeulue.

“Sesuai arahan dari Bupati Simeulue, kami mengimbau kepada SPPG dapur MBG melalui suplier agar mengutamakan bahan pangan yang segar, bergizi, sehat dan aman serta mengutamakan bahan pangan dari petani lokal Simeulue,” pungkasnya.(*)

Baca Juga:
100 Hari Pimpin BGN, Sudaryono Ungkap Tutup 2.000 Dapur MBG Bermasalah