KETIK, MALANG – Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) memperkuat kolaborasi dengan tiga kelurahan di wilayah Kampung Lingkar Kampus. Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kampus.
Ketiga kelurahan yang digandeng adalah Ketawanggede, Penanggungan, dan Sumbersari. Ketua Tim Kampung Lingkar Kampus (KLK) FBiPK, Bintat Probo, S.P., M.P., menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan yang ditawarkan akan mendukung tercapainya target SDGs.
"Pertemuan menjadi ruang komunikasi awal untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat, potensi wilayah, serta arah pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan melalui Program Kampung Lingkar Kampus," ujarnya, Jumat 3 Juli 2026.
Terdapat beragam program pengabdian yang akan dilakukan, dengan mengusung tema 'Integrasi Pawon Kampung Lingkar Kampus dengan Laboratorium Terpadu FBiPK untuk Penguatan Ekosistem Pembelajaran, Keterampilan, dan Kewirausahaan Masyarakat.'
Beberapa program kegiatan juga telah disiapkan, seperti Gerobak Giling atau Gizi Keliling dengan menyasar anak-anak yang ada di sekitar kampus. Begitu pula dengan pelatihan barista dan roasting bagi anak muda, pelatihan kewirausahaan untuk UMKM dan usaha mlijo.
Baca Juga:
UM Gandeng BRIN, Perkuat Sinergi Riset Berdampak untuk Industri dan Ekonomi"Program ini menghubungkan fasilitas komunitas di wilayah Kampung Lingkar Kampus dengan berbagai fasilitas pembelajaran dan laboratorium terpadu yang dimiliki FBiPK UB," lanjutnya.
Dalam pertemuan dengan para Lurah tersebut banyak gambaran kebutuhan dan karakteristik masing-masing kelurahan. Melalui kolaborasi dalam program Kampung Lingkar Kampus ini diharapkan membawa kontribusi nyata dan terjadi pertukaran pengetahuan, penguatan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
"FBiPK UB berkomitmen untuk mengembangkan Program Kampung Lingkar Kampus sebagai wadah kolaborasi antara kampus, pemerintah kelurahan, dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, program ini diharapkan mampu membangun ekosistem pembelajaran masyarakat yang inklusif," pungkasnya.(*)