KETIK, SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau langsung proses pembangunan dua jembatan yang sebelumnya rusak akibat di terjang banjir di wilayah Kabupaten Situbondo, Selasa 16 Mei 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan oleh Bupati Situbondo bersama Kepala DPUPP Situbondo untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan rencana dan dapat segera dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Dua jembatan yang menjadi perhatian pemerintah daerah tersebut mengalami kerusakan cukup parah setelah diterjang banjir beberapa bulan lalu. Kerusakan itu sempat menghambat aktivitas warga, terutama dalam mobilitas sehari-hari dan distribusi hasil pertanian.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Situbondo mengecek progres pembangunan, kualitas pekerjaan, serta memastikan aspek keamanan konstruksi telah diperhatikan dengan baik.

“Pembangunan jembatan merupakan prioritas karena menjadi akses vital bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Situbondo berkomitmen mempercepat proses pengerjaan agar konektivitas antarwilayah dapat kembali normal dan aktivitas ekonomi warga tidak terganggu,” ujar Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo.

Baca Juga:
Terkait Akademi Petani Muda Peternak Muda, Ini Penjelasan Bupati Situbondo

Dengan adanya peninjauan langsung pembangunan Jembatan Gantung Sungai Kesambian di Desa Sumber Tengah, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo yang menghubungkan Dusun Krajan dan Dusun Bantapen ini, diharapkan proses pembangunan berjalan optimal dan jembatan dapat segera berfungsi kembali sebagai sarana penunjang aktivitas masyarakat.

“Pembangunan berjalan sesuai target. Jembatan gantung dengan panjang 34 meter dan lebar 2 meter ini, kita pastikan selesai tepat waktu. Pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memulihkan akses masyarakat yang terdampak bencana sekaligus memastikan aktivitas warga dapat kembali normal,” jelas Mas Rio.

Mas Rio mengatakan, jembatan ini dibangun untuk menghubungkan aktivitas ekonomi warga, akses anak-anak menuju sekolah, serta memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dan pelayanan publik lainnya.

“Pembangunan infrastruktur dasar harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mempercepat pembangunan jembatan ini agar segera dapat digunakan warga. Karena setelah jembatan lama rusak diterjang banjir, masyarakat harus menempuh jalur yang lebih jauh,” kata Mas Rio.

Baca Juga:
Hadiri Forum Local Government Partnership di China, ini Kata Bupati Situbondo

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Permukiman (PUPP) Kabupaten Situbondo, Abdul Kadir Jailani, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Kesambian menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah setelah kerusakan yang ditimbulkan banjir awal tahun lalu yang memutus akses masyarakat.

“Jembatan dengan panjang 34 meter dan lebar 2 meter itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas warga sekaligus memberikan tingkat keamanan yang lebih baik dibanding kondisi sebelumnya. Pembangunan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat," ujar Kadir.

Kadir menambahkan, keberadaan jembatan tersebut akan memberikan manfaat langsung bagi ribuan kepala keluarga yang selama ini bergantung pada jalur penghubung antara Dusun Krajan dan Dusun Bantapen.

"Kedatangan kita kali ini sekaligus untuk memastikan kualitas konstruksi dan aspek keselamatan yang menjadi perhatian utama dalam pelaksanaannya," kata Kadir.

Dilain pihak, Kepala Dusun Krajan, Ilyas, mengatakan keberadaan jembatan tersebut sangat dinantikan warga. Sejak jembatan lama ambrol diterjang banjir awal tahun 2026, masyarakat mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Jembatan yang lama rusak dan terbawa arus banjir pada awal tahun. Sejak itu warga harus mencari jalan lain yang lebih jauh. Oleh karena itu masyarakat sangat bersyukur ketika kembali jembatan ini dibangun," kata Ilyas.

Menurut Ilyas, di Dusun Krajan saja hampir seribu kepala keluarga akan merasakan manfaat langsung dari keberadaan jembatan baru tersebut. Selain mempersingkat waktu tempuh, jembatan ini juga meningkatkan keamanan warga saat melintasi Sungai Kesambian.

"Jembatan ini menjadi akses utama masyarakat dari Dusun Krajan ke Dusun Bantapen. Kalau sudah selesai, aktivitas warga tentu akan jauh lebih mudah dan semakin lancar membawa hasil bumi ke kota," pungkas Ilyas.

Usai meninjau pembangunan Jembatan Gantung Kesambian, Mas Rio melanjutkan kunjungannya ke Desa Jetis, Kecamatan Besuki, untuk melihat kondisi Jembatan Heli yang juga menjadi salah satu akses penting masyarakat setempat. Jembatan tersebut memiliki panjang 15 meter dan lebar 3 meter.

Mas Rio meminta kepada pihak memastikan kondisi infrastruktur tetap terjaga dan aman digunakan masyarakat. Karena, jembatan penghubung antarwilayah memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga.

"Kita ingin memastikan seluruh infrastruktur yang menjadi urat nadi masyarakat dapat berfungsi dengan baik. Baik yang sedang dibangun maupun yang sudah ada harus terus dipantau kondisinya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," ujar Mas Rio.

Sementara itu, Abdul Kadir mengatakan bahwa peninjauan ke Jembatan Heli dilakukan untuk memetakan kebutuhan pemeliharaan dan memastikan kondisi konstruksi masih layak digunakan masyarakat.

"Seluruh infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus mendapat perhatian. Karena itu kami terus melakukan monitoring agar fungsi jembatan tetap optimal dan mampu menunjang aktivitas warga," jelas Kadir.

Rangkaian peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk mempercepat pemulihan dan penguatan infrastruktur pascabencana sekaligus mendukung pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan. (*)