KETIK, LUMAJANG – Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, mendatangi lokasi banjir, di Dusun Biting Kampung Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Lumajang, pada Senin pagi, 19 Mei 2026. Pada kesempatan itu ia memastikan pembenahan akan segera dimulai.

Kedatangan Bunda Indah didampingi Prabowo, Kepala UPT SDM Provinsi Jawa Timur dan pihak Desa Kutorenon.

" Hari ini saya bersama Pak Prabowo, tapi bukan Pak Prabowo presiden, ya. Saya datang ke sini untuk memastikan penanganan soal banjir yang melimpah. Ini banjir limpahan dari sungai Karang Menjangan," ujarnya. Terlihat juga H. Faisal Rizal, Kades Kutorenon di samping Bunda Indah.

Ratusan rumah warga Dusun Biting Desa Kutorenon Sukodono Lumajang. (Foto: Syamsudin/ketik.com)

Bunda Indah memaparkan, awal bulan Juni 2026 akan segera dilakukan penanganan. Pemasangan bronjong- Bronjong, kemudian normalisasi sungai yang kini terjadi pendangkalan sedimen. 

Baca Juga:
Aneh! JPU Kejari Sleman Belum Terima Salinan Putusan Eks Bupati Sri Purnomo, Waktu Kian Mepet

"Parapet yang putus juga segera dikerjakan. Mudah-mudahan ini segera bisa tertangani, termasuk ini ya... pembenahan jalan yang insyaallah akan juga berseiringan dengan kegiatan dari PU SDA Provinsi. Dari kabupaten Lumajang juga akan sharing juga. karena kita juga sudah ber MoU meskipun ini asetnyq provinsi," pungkasnya. 

Karena penanganan banjir membutuhkan waktu, Bunda Indah minta agar masyarakat sabar, terutama masyarakat Biting. "Saya minta bersabar. Kita perbaiki semaksimal mungkin soal pengamanan banjir," pungkasnya.

Perlu diketahui, Jumat pagi pekan lalu Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, mengalami banjir. Ada ratusan rumah terendam karena banjir. Banjir terjadi akibat hujan yang deras selama berjam-jam. 

Data yang berhasil dihimpun, titik lokasi yang terkenak banjir antara lain di RW 7 ada 2 RT (RT 04 RT 05), sedangkan di RW 8 ada 5 RT (RT 1,2,3,4, dan 5). Sementara di RW 9 ada 4 RT (1,2,3,4), RW 10 ada 5 RT (1,2,3,4,5). sedangkan jumlah KK nya yang terdampak sekitar 780 KK.

Baca Juga:
Dana Dusun Diarahkan Pada Model Pembangunan Sesuai Kebutuhan Nyata Warga

Saat ini kondisi rumah warga yang terkenak banjir sudah kembali seperti biasa, meskipun ada yang sibuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang dibawa air banjir. (*)