KETIK, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait meminta pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada pencapaian angka statistik. Ia menegaskan, peningkatan ekonomi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di wilayah pelosok.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Fawait seusai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa di DPRD Jember, Jumat. 14 Agustus 2026. Ia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester pertama menjadi kabar positif karena terjadi ketika kondisi perekonomian global masih menghadapi tekanan.

"Tentu itu menjadi pertanda baik di saat ekonomi dunia lesu, tapi pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh sangat tingg," kata dia.

Menurut Gus Fawait, capaian ekonomi nasional tersebut harus diikuti dengan pemerataan manfaat pembangunan. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki tanggung jawab memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya menguntungkan kelompok masyarakat tertentu.

"Tadi pesan presiden jelas, bahwa pertumbuhan ekonomi ini jangan sampai dinikmati oleh segelintir orang. Ini harus dinikmati oleh semua lapisan masyarakat," k

Baca Juga:
Homecare Jember Sasar Lansia dan Warga Rentan, Gus Fawait Pastikan Layanan Kesehatan Menjangkau Rumah Warga

Pemkab Jember, lanjut Gus Fawait, berupaya menerjemahkan prinsip pemerataan tersebut melalui berbagai program pelayanan dan pembangunan. Pemerintah daerah mengarahkan kebijakan agar manfaat APBD dapat menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Ia menyebut sejumlah program sebagai bagian dari upaya tersebut, antara lain layanan Homecare, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta program beasiswa pemerintah daerah.

"Itu bagian dari ikhtiar kita bahwa pertumbuhan ekonomi di Jember, APBD di Jember bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama kaum-kaum yang selama ini termarginalkan," tuturnya.

Gus Fawait mengatakan Pemkab Jember tidak dapat bekerja sendiri dalam memperluas manfaat pembangunan. Pemerintah daerah terus membangun kolaborasi dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:
70 Pelajar Dikukuhkan Jadi Paskibraka Jember 2026, Bupati Minta Jadi Teladan Generasi Muda

Selain pemerataan ekonomi, Gus Fawait menyoroti kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Jember. Ia memastikan ketersediaan pangan daerah masih berada dalam kondisi aman.

"Sangat aman di Jember. Kita malah pertumbuhan produksi padi dan beras kita tahun 2025 kita masuk lagi ke tiga besar ya," ujarnya.

Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi terhadap perubahan cuaca yang dapat memengaruhi sektor pertanian. Pemkab Jember mendorong pembangunan air pump dan menjalankan program Optimalisasi Lahan (Oplah) untuk menjaga produktivitas pertanian.

Pemerintah daerah juga mengandalkan dukungan TNI dan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu petani menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi perubahan pola cuaca.

"Kalaupun kita akan menghadapi tantangan cuaca El Nino dan lain sebagainya, saya yakin kita bisa lebih siap dibanding sebelum-sebelumnya," tegasnya. (*)