KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menargetkan pendapatan daerah pada 2027 mencapai Rp4,520 triliun. Pemerintah daerah menyampaikan target tersebut dalam Rapat Paripurna I DPRD Kabupaten Jember dengan agenda Penyampaian Penjelasan Raperda tentang APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027, Senin, 28 September 2026.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan seluruh program yang masuk dalam rancangan APBD 2027 akan mengacu pada Peraturan Daerah tentang RPJMD Kabupaten Jember 2025-2029.
Gus Fawait juga meminta DPRD Jember ikut memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mengupayakan tambahan dukungan anggaran bagi daerah. Menurutnya, Jember membutuhkan sinergi antara anggaran daerah dan anggaran pemerintah pusat untuk membiayai berbagai program pembangunan.
"Karena kita ketahui bersama, Jember kalau cuma hanya pakai APBD tidak cukup, maka kita harus berakselerasi APBD dengan APBN dari pemerintah pusat," katanya, usai menghadiri paripurna di DPRD Jember, Senin, 28 September 2026.
Fawait menyebut dukungan APBN yang masuk ke Jember pada 2026 cukup besar. Ia bersyukur tambahan anggaran dari pemerintah pusat tersebut dapat membantu daerah menjalankan berbagai program.
"Alhamdulillah tahun ini juga APBN yang masuk ke Kabupaten Jember, jumlahnya juga alhamdulillah, perlu kita syukuri, sehingga kalau ditotal jumlahnya sebetulnya melebihi dari pengurangan dana transfer pusat, yang dikurangi ke pemerintah kabupaten Jember," tuturnya.
Menurut Fawait, dukungan anggaran tersebut turut berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi Jember. Ia bahkan menyebut pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam satu dekade terakhir.
"Tahun ini, justru Jember salah satu yang tertinggi selama sejarah Kabupaten Jember 10 tahun terakhir ini," tegasnya.
Berdasarkan Pidato Pengantar Nota Keuangan Raperda APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027, target pendapatan daerah mencapai Rp4,520 triliun. Angka tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,294 triliun dan pendapatan transfer sebesar Rp3,226 triliun.
Di sisi belanja, Pemkab Jember mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,508 triliun. Belanja tersebut terbagi dalam beberapa pos, yakni belanja operasi Rp3,714 triliun, belanja modal Rp1,192 triliun, belanja tidak terduga Rp15 miliar, dan belanja transfer Rp586 miliar.
Rancangan APBD 2027 juga mencatat penerimaan pembiayaan sebesar Rp987 miliar. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan tercatat Rp0,00 miliar.
Dengan struktur tersebut, total belanja daerah dalam rancangan APBD Jember 2027 mencapai sekitar Rp5,5 triliun. Selisih antara target pendapatan dan belanja kemudian ditutup melalui penerimaan pembiayaan.
Kabupaten Jember memperkirakan penerimaan pembiayaan Rp987 miliar tersebut berasal dari dua sumber. Rinciannya, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya sebesar Rp200,4 miliar dan penerimaan pembiayaan dari pinjaman daerah sebesar Rp786,5 miliar.
Struktur anggaran tersebut menunjukkan bahwa rancangan APBD Jember 2027 tidak hanya mengandalkan pendapatan daerah, tetapi juga memasukkan komponen pembiayaan untuk mendukung kebutuhan belanja daerah.
