KETIK, BOJONEGORO – Suasana haru menyelimuti momen pelepasan 60 peserta didik baru Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 Bojonegoro Tahun Ajaran 2026/2027.
Diiringi doa para orang tua, para siswa resmi diberangkatkan menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban untuk memulai perjalanan pendidikan mereka.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh anak Indonesia.
Terutama mereka yang membutuhkan dukungan agar tetap dapat mengenyam pendidikan yang layak.
Menurutnya, program yang digagas pemerintah pusat itu menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk meraih cita-cita tanpa terkendala keterbatasan ekonomi maupun fasilitas pendidikan.
Baca Juga:
TMMD Kodim Bojonegoro Wujudkan Harapan Mbah Kardo, Rumah Tak Layak Huni Mulai Berdiri Kokoh"Program ini adalah bentuk ikhtiar dan doa bersama agar semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak," ujar Setyo Wahono.
Ia juga mengingatkan para siswa agar menjaga semangat belajar selama menjalani pendidikan di Tuban.
Kesempatan yang diterima hari ini, lanjutnya, merupakan hasil dari perjuangan, doa orang tua, serta dukungan pemerintah yang terus berupaya menghadirkan pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Selain menyemangati para peserta didik, Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada pemerintah melalui Program Sekolah Rakyat.
Baca Juga:
Resmi Dimulai! Sekolah Rakyat Brebes Sambut 260 Siswa, Kisah Haru Anak-anak Mengejar MimpiMenurutnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah besar yang harus dijaga bersama agar para siswa mampu tumbuh menjadi generasi unggul dan berdaya saing.
Dia optimistis doa dan dukungan keluarga akan menjadi kekuatan tersendiri bagi para siswa dalam menjalani pendidikan hingga berhasil mewujudkan cita-cita mereka.
Keberangkatan menuju Tuban bukan sekadar perpindahan tempat belajar, tetapi juga menjadi awal lahirnya harapan baru bagi puluhan anak Bojonegoro.
Program Sekolah Rakyat membuka jalan bagi mereka untuk memperoleh pendidikan yang setara sekaligus meningkatkan kualitas hidup di masa depan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memastikan pembangunan gedung permanen SRMA 36 terus dipersiapkan.
Kehadiran sekolah tersebut nantinya diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan yang representatif sehingga para siswa dapat melanjutkan proses belajar di Bojonegoro dengan fasilitas yang lengkap, nyaman, dan berkualitas.
Program ini sekaligus menjadi wujud keseriusan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui pemerataan akses pendidikan, sehingga tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam memperoleh hak belajar demi menyongsong masa depan yang lebih cerah
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Bojonegoro tersebut juga memberikan motivasi agar para siswa memanfaatkan kesempatan emas ini sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik.
Sebanyak 60 peserta didik akan menjalani proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban untuk sementara waktu.
Langkah ini diambil karena pembangunan gedung permanen SRMA 36 Bojonegoro masih dalam tahap persiapan.
Kebijakan tersebut merupakan arahan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia agar kegiatan pendidikan dapat segera dimulai tanpa harus menunggu proses pembangunan sekolah selesai.
Setelah fasilitas pendidikan di Bojonegoro rampung, seluruh peserta didik akan kembali melanjutkan pembelajaran di daerah asalnya.(*)