KETIK, ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, bersama Dr. Drs. Imran, selaku tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Hidrometeorologi Sumatera melakukan peninjauan lapangan ke-6 lokasi penanganan.
Kedatangan tim dalam rangka monitoring dan evaluasi penanganan pascabencana hidrometeorologi di Aceh Singkil, Rabu, 7 Oktober 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan setelah rapat koordinasi di ruang operasi (op room) Kantor Bupati Aceh Singkil. Turut hadir Pj Sekda Edy Widodo, Asisten I Pemerintahan Junaidi, S.STP, Inspektur Inspektorat Fajri Syamsul, Plt Kadis PUPR, Kepala DLH, serta sejumlah kepala SKPK terkait.
Diketahui, enam lokasi yang menjadi sasaran peninjauan tersebut meliputi Jembatan Desa Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, yang putus diterjang banjir, pembangunan rehab MAN Singkil, serta pembangunan rehab Gedung Seni Budaya Kecamatan Singkil.
Kemudian, Pustu Desa Kayu Menang, Kecamatan Kuala Baru, pembangunan rehab Puskesmas Kecamatan Singkil Utara, serta pembangunan rehab Puskesmas Kecamatan Suro.
Baca Juga:
Kabut Asap Kembali Mengganggu Warga Pekanbaru, PC PMII Desak Penanganan Terpadu dan BerkelanjutanPeninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur terdampak sekaligus memastikan kebutuhan penanganan dan langkah rehabilitasi serta rekonstruksi dapat dipetakan secara tepat.
Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, mengatakan, peninjauan lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan proses penanganan pascabencana berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kita ingin melihat langsung kondisi di lapangan, memastikan apa yang menjadi kebutuhan prioritas, dan mencari langkah penanganan yang tepat," ujarnya.
Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pihak agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan optimal serta manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, jelas Oyon.
Baca Juga:
Pemkab Aceh Singkil Ikuti Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan RekonstruksiSementara itu, Dr, Imran, M.Si, menjelaskan bahwa peninjauan lapangan bertujuan memastikan hasil koordinasi dapat dikonfirmasi dengan kondisi nyata di lapangan, sehingga penanganan pascabencana dapat dilakukan secara terarah dan berbasis kebutuhan.
“Tinjauan ini penting untuk memastikan data, kondisi dan kebutuhan yang disampaikan dalam rapat tadi dapat kita lihat secara langsung. Dengan begitu, langkah rehabilitasi dan rekonstruksi dapat disusun lebih tepat sasaran, terukur dan sesuai dengan tingkat kerusakan," ucap Imran.
Ia berpesan, penanganan pascabencana diharapkan dapat berlangsung secara cepat, tepat dan terkoordinasi. (*)