KETIK, BONDOWOSO – Kabupaten Bondowoso semakin menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu daerah penghasil beras organik unggulan di Indonesia.
Hal itu ditandai dengan pelepasan pengiriman delapan ton beras organik ke Kalimantan Timur dan Papua.
Kegiatan tersebut dalam rangkaian kegiatan Sinergi Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Pertanian Organik untuk Meningkatkan Ekonomi Lokal yang digelar di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Senin, 20 Juli 2026.
Kegiatan yang dihadiri Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., bersama Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i, S.E., menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan pertanian organik yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Acara diawali dengan penanaman padi organik menggunakan metode PM-ASS, sebuah inovasi budidaya yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Baca Juga:
Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disepakati, Sinergi DPRD dan Pemkab Bondowoso Perkuat AkuntabilitasPenanaman simbolis tersebut menjadi penegasan bahwa Bondowoso terus mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Saat ini, Desa Lombok Kulon telah memiliki sekitar 105 hektare lahan pertanian organik dengan rencana perluasan mencapai 40 hektare.
Hasil produksinya pun tidak lagi hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi telah menembus pasar di berbagai daerah di Indonesia.
Sebagai bukti meningkatnya daya saing produk pertanian Bondowoso, Bupati secara resmi melepas pengiriman 8 ton beras organik yang akan dipasarkan ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Timur, serta Timika, Papua.
Baca Juga:
Prabowo Papar Capaian Jelang Tahun Kedua Pemerintahan di Sidang Kabinet ParipurnaPengiriman tersebut menjadi sinyal bahwa beras organik Bondowoso semakin diterima pasar nasional berkat kualitas dan standar produksinya yang terus meningkat.
Tidak hanya berfokus pada produksi, kegiatan tersebut juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia akademik. Pemerintah Kabupaten Bondowoso menandatangani Nota Kesepahaman (MoU).
Dan dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengenai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.
Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, menegaskan kesiapan kampusnya untuk terus mendampingi pengembangan pertanian organik di Bondowoso.
Menurutnya, UMM akan memperkuat sinergi bersama Universitas Muhammadiyah Jember.
Serta Universitas Bondowoso (UNIBO), dan Universitas Jember (UNEJ) guna menghadirkan inovasi, riset, dan pendampingan yang mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian daerah.
Dukungan serupa juga datang dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains, Prof. Dr. Yudi Darma, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mengembangkan pertanian organik.
Ia berharap program tersebut terus berlanjut melalui perencanaan yang matang dan dapat terintegrasi dalam program Berdikari Diktisaintek sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Abd. Hamid Wahid menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan pertanian organik di Bondowoso, khususnya Universitas Muhammadiyah Malang yang secara konsisten mendampingi petani dan pemerintah daerah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, kementerian, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun sektor pertanian yang tangguh, berdaya saing, dan mampu meningkatkan ekonomi daerah.
"Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah pusat, perguruan tinggi, serta seluruh pemangku kepentingan agar pertanian organik di Bondowoso semakin berkembang. Harapan kami, program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Bondowoso," ujar Bupati.
Melalui penguatan inovasi, perluasan lahan organik, serta dukungan berbagai pihak, Bondowoso optimistis mampu memperkokoh posisinya sebagai salah satu sentra pertanian organik nasional yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor pertanian berkelanjutan.(*)