KETIK, PEMALANG – Bakal calon Kepala Desa Ambokulon, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Slamet Gunarto, membawa sejumlah gagasan sosial jika dipercaya masyarakat memimpin Desa dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026.

‎Salah satu komitmen yang disampaikan pria 50 tahun tersebut adalah mengalokasikan tanah bengkok untuk membantu anak yatim piatu, janda, dan kaum dhuafa yang berhak menerima.

‎Slamet mengatakan, gagasan tersebut merupakan bagian dari niatnya untuk membangun Desa Ambokulon tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan keagamaan masyarakat.

‎“Saya punya niat dalam hati kecil saya. Saya tidak senang hanya mengucapkan janji. Kalau sudah jadi, masjid-masjid yang sudah ada jatah dari desa, nanti saya tambah. Saya juga mengalokasikan tanah bengkok saya untuk anak yatim piatu, janda-janda, kaum dhuafa yang berhak menerima,” kata Slamet.

‎Menurut Slamet, keinginannya maju dalam Pilkades Ambokulon 2026 merupakan panggilan hati untuk ikut membawa desa menjadi lebih baik.

Baca Juga:
Maju Pilkades Tumbal 2026, Suro Siap Hibahkan Mobil Siaga untuk Keperluan Warga

‎Ia mengusung gagasan agar hal-hal yang sudah baik di Desa Ambokulon dapat dipertahankan, sedangkan berbagai kekurangan diperbaiki secara bersama-sama.

‎“Ini merupakan panggilan hati karena saya ingin Ambokulon lebih baik. Yang sudah baik kita lanjutkan, yang belum baik kita sama-sama sengkuyung biar baik, biar maju bersama,” ujarnya.

‎Perhatian untuk Pemuda dan Olahraga

‎Slamet juga memberikan perhatian terhadap pengembangan potensi pemuda, khususnya bidang olahraga.

Baca Juga:
JUMAT KELILING KDS:  Dari Sajadah Menyapa Rakyat dan Muliakan Yatim

‎Ia mengaku memiliki latar belakang sebagai mantan atlet dan pernah aktif dalam sepak bola, bola voli, bulu tangkis, hingga olahraga tradisional. Ia juga menyebut pernah meraih juara dua tingkat provinsi dalam cabang olahraga takraw.

‎Menurutnya, Desa Ambokulon memiliki potensi pemuda yang cukup besar, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas olahraga, terutama lapangan sepak bola.

‎Jika dipercaya menjadi kepala desa, Slamet menyatakan siap mengupayakan fasilitas dan pembinaan olahraga bagi pemuda.

‎“Kalau nyatanya tidak punya lapangan, ya saya siapkan lapangan. Pokoknya saya senang kegiatan pemuda yang positif, akan saya dukung semua,” katanya.

‎Dorong Pelayanan Desa Berbasis Digital

‎Selain bidang sosial dan kepemudaan, Slamet juga memiliki gagasan untuk meningkatkan pelayanan administrasi desa melalui teknologi digital.

‎Ia ingin masyarakat dapat mengurus sejumlah keperluan administrasi dari rumah melalui telepon seluler sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan praktis.

‎“Sekarang zamannya digital. Buat aplikasi, buat perizinan bisa ketik di rumah lewat HP, jadi tidak usah ke sana. Tinggal buka aplikasi,” ujarnya.

‎Jika nantinya dipercaya masyarakat, Slamet mengatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan kepala desa sebelumnya untuk mengetahui pekerjaan yang masih berjalan maupun yang belum terselesaikan.

‎Ia berharap Desa Ambokulon ke depan dapat menjadi desa yang sejahtera, aman, mandiri, serta memiliki pelayanan yang cepat.

‎Sementara itu, Amin, salah satu warga Ambokulon, menilai Slamet Gunarto merupakan sosok yang baik dan religius.

‎“Pertama Pak Slamet adalah tetangga, kedua di mata tetangga orangnya baik, terus religi,” kata Amin.

‎Amin berharap jika Slamet Gunarto terpilih, penataan perangkat desa dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.

‎Ia juga berharap potensi pemuda dapat lebih dikembangkan melalui kegiatan olahraga dan Karang Taruna sehingga mampu membawa nama baik Desa Ambokulon.(*)