KETIK, MALANG – Bank Indonesia (BI) Malang menggelar program Sistem Integrasi Juru Sembelih Halal dan Layanan Halal Syariah (SI JULES) dan Qurbania. Tidak hanya mencetak juru sembelih halal (juleha), program tersebut juga membangun ekosistem halal di Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo.
SI JULES sendiri dilaksanakan pada 18-19 Mei 2026 untuk menguatkan halal value chain hang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Kepala Perwakklan BI Malang, Indra Kuspriyadi menjelaskan program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas SDM di setiap daerah.
"Bank Indonesia Malang mendorong terbentuknya sistem kolaboratif yang mengintegrasikan penguatan kompetensi juru sembelih halal, edukasi halal value chain, layanan qurban, serta sosialisasi sistem pembayaran digital dalam satu kerangka pengembangan ekonomi dan keuangan syariah daerah," ujar Indra.
BI Malang bahkan meluncurkan program Qurbania dengan tagline "Qurban Aman Halal Penuh Makna" untuk mendukung lahanan kurban. Menurut Indra, program tersebut berguna dalam menciptkan layanan yang halal dan terintegrasi.
"SI JULES dan Qurbania menjadi model penguatan ekosistem halal yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan di daerah. Penting untuk meningkatkan kapasitas SDM halal, memperluas pemanfaatan transaksi digital syariah, memperkuat halal value chain, serta mendorong tumbuhnya pelaku usaha halal yang lebih kompetitif dan berdaya saing," lanjutnya.
Baca Juga:
Cetak 36 Gol! Adelice Maureen Hanum Faisal Antar SDN Lowokwaru 3 Juarai MilkLife Soccer Challenge Malang 2025–2026Dalam patihan tersebut, peserta diberikan pengetahuan tentang teknik menyembelih secara halal, baik, dan benar. Setelah itu uji kompetensi turut dilakukan mulai dari tes tulis, tes bacaan Al-Qur'an, tes salat dan wudhu, hingga praktik menyembelih.
"Ada 15 peserta yang terdiri dari 14 peserta rekomendasi perangkat daerah di wilayah kerja Bank Indonesia Malang dan 1 pegawai Bank Indonesia Malang. Peserta terbagi ke dalam 7 Juleha Unggas dari wilayah Malang Raya dan pegawai BI Malang, serta 8 Juleha Ruminansia yang berasal dari Kota dan Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo," tuturnya.
Tak hanya itu, sertifikat halal juga diberikan kepada 18 UMKM yang bekerjasama dengan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan sosialisasi ekosistem halal oleh Halal Center UIN Malang, edukasi sistem pembayaran digital dan perlindungan konsumen oleh BI Malang, serta penyampaian materi dasar dan prinsip juru sembelih halal.
"Penguatan industri halal menjadi langkah strategis dalam mendorong daya saing ekonomi daerah, khususnya melalui pengembangan UMKM halal. Sertifikasi halal tidak hanya menjadi pemenuhan aspek administratif, namun juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk lokal," katanya. (*)