KETIK, JAKARTA – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menggelar kerja sama dan seminar dengan Universitas Peking, China dalam rangka pengembangan pembangunan kawasan transmigrasi di Indonesia.

Kerjasama itu antara lain diwujudkan dalam bentuk seminar bertema ‘Overseas Seminar On China’s Development Model’ yang digelar di Balai Makarti, Kantor Kementrans, Jakarta, Selasa 11 Agustus 2026.

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) RI Viva Yoga Mauladi berharap seminar tersebut, menjadi transfer ilmu dan berbagi pengalaman nyata dari China dalam mengembangkan kawasan-kawasan yang tersebar di berbagai provinsi.

“Model pembangunan di China bisa menjadi inspirasi dalam membangun kawasan transmigrasi,” kata Viva Yoga Mauladi. tuturnya.

Menurut dia, pembangunan di kawasan transmigrasi mencakup pembangunan sumber daya manusia, wilayah, ekonomi, produk unggulan, hingga pentingnya industrialisasi..

Baca Juga:
Gladi Parsial HUT ke-81 RI Dimulai, Istana Bersiap Sambut Ribuan Undangan

Kendati begitu meniru model pembangunan China harus tetap disesuaikan dengan kondisi ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat setempat (kawasan Transmigrasi) .

Sehingga di lapangan memberikan banyak perspektif dan alternatif terhadap model-model yang akan dikembangkan.

Seminar tersebut, sebagai bukti bahwa dalam membangun kawasan transmigrasi menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Hari ini kita bersinergi dengan perguruan tinggi dari luar negeri (China). Saya harap seminar ini produktif dan menginspirasi Kita semua”, ujarnya.

Baca Juga:
Hadirkan Layanan Publik Terintegrasi, Pemerintah Luncurkan Digitalisasi Penerbitan Akta Kelahiran

Dalam sambutan Viva Yoga juga mengakui bahwa China mempunyai model pembangunan yang mampu membawa negara itu maju, sehingga menjadi salah satu kekuatan di dunia dalam banyak bidang.

Pengalaman China dalam membangun negaranya itulah yang bisa dijadikan pelajaran bagi bangsa Indonesia.

“Dalam seminar ini Kita pelajar berbagai aspek pengalaman China dalam membangun wilayahnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, program transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, tak hanya sekadar memindahkan penduduk saja.

Tetapi merupakan pembangunan nasional yang didalamnya ada keterlibatan pemerintah daerah, pembangunan ekonomi, sumber daya manusia, dan masyarakat.

“Dengan kerja sama Kementrans-Universitas Peking, Kita dapat sudut pandang baru dalam membangun kawasan atau wilayah,”  ujar Viva Yoga.

Seminar ini disebut lebih dari kegiatan akademis dan diharapkan menghasilkan pengetahuan praktis yang dapat mempercepat proses pembangunan kawasan.

Hadir dalam seminar itu National School of Development Peking University Professor Lei Xiaoyan dan Proffessor Deng Ziliang serta Counsellor Wu Zhiwei. (*)