KETIK, TULUNGAGUNG – Langit mendung menyelimuti Gedung Dakwah K.H. M. Ihya Ulumuddin, Kedungwaru, Tulungagung, Kamis siang 10 September 2026.
Suasana terasa khidmat sejak awal saat Pesantren Al Azhaar Kedungwaru menggelar bedah Kitab Jala'ul Afkar, karya ulama almarhum K.H. M. Ihya Ulumuddin.
Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Alwi Shihab, Mustasyar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman. Beliau membedah kedalaman kitab karangan almarhum yang memuat 40 hadis pilihan—sebuah karya ringkas, namun memiliki bobot keilmuan dan spiritual yang mendalam.
Pengasuh Pesantren Al Azhaar Kedungwaru, K.H. Imam Mawardi Ridlwan, menegaskan bahwa kajian ini menjadi langkah penting untuk menjaga kesambungan sanad keilmuan kepada sang guru.
"Kami memilih kitab karya Abi Kyai Ihya ini agar sanad keilmuan kita terus bersambung kepada beliau. Kitab Jala'ul Afkar yang diajarkan di Pesantren Al Azhaar ini berisi 40 hadis pilihan yang telah diseleksi secara ketat. Meski ringkas, maknanya sangat dalam. Kitab ini bukan sekadar untuk dibaca, melainkan menjadi bekal pengabdian pendidik dan pedoman hidup sehari-hari," ujar Kyai Imam.
Baca Juga:
Prof Faisol UIN Malang Ungkap Rekam Jejak Intelektual Islam Nusantara dari Manuskrip PesantrenAbah Imam—sapaan akrabnya—menambahkan bahwa di era modern, pendidikan tidak boleh lepas dari pengamalan. Nilai-nilai dalam 40 hadis tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berakhlak mulia.
Di hadapan sekitar 300 pendidik dari lingkungan Pesantren Al Azhaar, Prof. Dr. Alwi Shihab mengupas 20 hadis secara lugas dan mendalam. Beliau meruntut riwayat, menelusuri sanad, hingga menguraikan implikasi praktis di balik setiap lafal Rasulullah ﷺ.
Diskusi berlangsung interaktif dan hidup. Ruang dialog yang cair antara narasumber dan peserta menciptakan suasana belajar yang setara dan dahaga akan kebenaran ilmiah.
Dalam pemaparannya, Prof. Alwi menekankan bahwa mengkaji Jala'ul Afkar bertujuan memperkuat fondasi keilmuan hadis di kalangan pendidik. Sebab, dari tangan para guru inilah nilai-nilai kenabian akan ditanamkan ke dalam jiwa para santri sebagai penerus perjuangan umat.
Baca Juga:
Genap 30 Tahun, Al Hasaniyah Kedawon Brebes Teguhkan Komitmen Cetak Generasi Santri untuk IndonesiaBedah Kitab Jala'ul Afkar hari ini menjadi jembatan yang menghubungkan keberkahan masa lalu dengan harapan masa depan.
Semoga setiap curahan ilmu yang dikaji menjadi amal jariyah yang mengalir tak terputus bagi almarhum Abi Ihya, para pendidik, serta seluruh santri Pesantren Al Azhaar. (*)