KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar rangkaian kegiatan Batu Greenation Fest sepanjang Juni 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup.

Kegiatan ini mengusung konsep pelestarian lingkungan dengan melibatkan masyarakat, pelajar, komunitas kreatif, hingga berbagai elemen pemerhati lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni, mengatakan, Batu Greenation Fest tahun ini membawa tema “Garis Hijau”, yakni sebuah konsep ruang hijau imajiner yang membentang dari kawasan Alun-Alun Kota Batu hingga Jalan Panglima Sudirman.

Menurut Dian, konsep tersebut menjadi upaya untuk memperkuat penataan dan penaatan lingkungan di kawasan perkotaan, khususnya pada koridor Jalan Gajah Mada dan Panglima Sudirman yang menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat Kota Batu.

“Garis hijau imajiner ini dimulai dari Alun-Alun sampai Panglima Sudirman. Kawasan Gajah Mada dan Panglima Sudirman nantinya menjadi garis hijau untuk penataan serta penaatan lingkungan hidup,” ujarnya, Selasa, 23 Juni 2026.

Baca Juga:
Kunjungan Meroket Saat Libur Sekolah, Mikutopia Kota Batu Diserbu Rombongan Pelajar

Ia menjelaskan, rangkaian Batu Greenation Fest tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan program edukasi lingkungan yang menyasar berbagai kelompok usia, termasuk pelajar.

Salah satu agenda yang disiapkan yakni Batu Green Nation Goes to School yang dipusatkan di Sekolah Sang Timur, mulai jenjang TK hingga SMA. Kegiatan tersebut juga melibatkan seluruh sekolah Adiwiyata yang ada di Kota Batu.

“Pusat kegiatannya berada di Sang Timur, tetapi tetap melibatkan seluruh sekolah Adiwiyata di Kota Batu. Ini menjadi bagian dari edukasi lingkungan bagi generasi muda,” katanya.

Selain edukasi di lingkungan sekolah, DLH Kota Batu juga menggandeng komunitas seni dan kreatif untuk menghadirkan berbagai instalasi dalam rangkaian praacara Batu Specta Flora Fest.

Baca Juga:
Tak Lagi Tanpa Aturan, Kota Batu Kini Miliki Perda Khusus Pengelolaan Pemakaman

Dian menyebut kolaborasi bersama Yayasan Galeri Raos akan menghadirkan instalasi seni di sejumlah titik, termasuk Galeri Raos dan Gedung St Simon Stock.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan pameran fotografi serta karya seni bertema lingkungan.

“Kami juga berkolaborasi dengan Galeri Raos untuk menghadirkan instalasi seni, pameran fotografi, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya yang memiliki pesan tentang lingkungan,” jelasnya.

Tak hanya menyasar pelajar, Batu Greenation Fest juga menghadirkan kegiatan Biodiversity Kids Rundan, gerakan peduli lingkungan bagi anak-anak usia dini. Dalam kegiatan tersebut, peserta akan mendapatkan pengalaman belajar lingkungan melalui konsep wisata edukasi.

DLH Kota Batu bekerja sama dengan Batu Creative Hub (BCH) untuk mendampingi kegiatan eksplorasi kawasan heritage. Peserta nantinya akan diajak berjalan menyusuri sejumlah lokasi bersejarah dan ruang publik, mulai dari Alun-Alun Kota Batu hingga kawasan Kartika Wijaya.

Rute tersebut mencakup kunjungan ke sejumlah lokasi, seperti Susteran Karmelit, Gedung St Simon Stock, Klenteng, Masjid Nur, hingga kawasan ekoriparian Macari.

Dian mengatakan, kawasan ekoriparian tersebut akan kembali diaktifkan sebagai ruang pembelajaran lingkungan, konservasi, dan observasi air setelah sebelumnya sempat memiliki fasilitas pendukung yang dibangun DLH Kota Batu.

“Ekoriparian Macari ini sudah lama tidak terawat. Kami sedang melakukan pemetaan pengelolaannya, tetapi kawasan ini sebenarnya bisa menjadi ruang konservasi sekaligus tempat pembelajaran dan observasi air,” paparnya.

Rangkaian Batu Greenation Fest akan ditutup dengan agenda Anugerah Lingkungan Hidup yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu.

Pemilihan lokasi tersebut, kata Dian, memiliki nilai historis karena kawasan itu sebelumnya merupakan pusat pemerintahan Kawedanan Batu.

“Kalau tahun lalu Anugerah Lingkungan Hidup digelar di TPA Tlekung, tahun ini kami memilih Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu. Secara sejarah, lokasi tersebut dahulu merupakan Kawedanan Batu yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan untuk wilayah Batu, Pujon, hingga Malang Barat,” ungkapnya. (*)