KETIK, BANGKALAN – Pemkab Bangkalan bersama pemerintah pusat mulai merealisasikan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Tahun 2026. Sebanyak 21 lokasi di sejumlah kecamatan se Bangkalan akan menjadi sasaran pembangunan sarana air bersih dengan total anggaran Rp10,5 miliar.

Program tersebut diprioritaskan bagi wilayah yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh akses air bersih dan belum terlayani jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Deni Kumara, menjelaskan bahwa seluruh lokasi saat ini telah memasuki tahapan pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) sebagai pelaksana kegiatan.

"Untuk PAMSIMAS tahun 2026 dipanggil sebanyak 21 lokasi. Saat ini sudah dilakukan pembentukan kelompok masyarakat atau Pokmas. Setelah ini mereka akan menyusun Rencana Kerja Masyarakat (RKM)," ujar Deni, Jumat, 31 Juli 2026.

Ia menjelaskan, setelah dokumen RKM selesai disusun, akan dilakukan penandatanganan kontrak antara pihak balai dengan ketua Pokmas masing-masing lokasi sebelum dana tahap pertama dicairkan.

"Kalau RKM sudah selesai, nanti dilakukan tanda tangan kontrak antara BPK dengan Ketua Pokmas. Setelah itu dana termin pertama bisa disalurkan. Insyaallah mulai Agustus tahap pertama sudah bisa dilaksanakan," katanya.

Deni optimistis seluruh pekerjaan dapat rampung sesuai target sehingga masyarakat segera menikmati manfaat program tersebut.

"Harapannya sampai Desember nanti seluruh pekerjaan selesai dan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," tambahnya.

Ia mengungkapkan, setiap lokasi memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp500 juta, sehingga total nilai program untuk 21 titik mencapai sekitar Rp10,5 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun berbagai fasilitas penyediaan air bersih, mulai dari pengeboran sumber air, pembangunan tandon, pemasangan jaringan perpipaan hingga sambungan rumah bagi warga penerima manfaat.

"Anggaran itu meliputi pembangunan sumber air, ada yang pengeboran, kemudian pembangunan tandon, jaringan pipa, sampai sambungan ke rumah-rumah warga," jelasnya.

Menurut Deni, sasaran utama program ini adalah desa-desa yang mengalami krisis air bersih, khususnya daerah yang belum mendapatkan layanan PDAM.

"Program ini memang untuk melayani lokasi-lokasi yang rawan air, khususnya yang belum dilayani oleh PDAM. Itu memang menjadi salah satu syarat penerima PAMSIMAS," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan seluruh pihak yang telah memperjuangkan bantuan PAMSIMAS bagi Kabupaten Bangkalan.

"Pertama saya menyampaikan terima kasih atas bantuan dan aspirasi yang telah diperjuangkan sehingga program PAMSIMAS dapat dilaksanakan di Kabupaten Bangkalan. Harapannya program ini mampu membantu menyelesaikan persoalan kekeringan yang saat ini masih terjadi," ujar Lukman Hakim.

Bupati berharap pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan sehingga tujuan utama penyediaan akses air bersih benar-benar dirasakan masyarakat.

"Harapannya pelaksanaan program ini dilakukan dengan baik sehingga fungsi dan misi PAMSIMAS untuk meningkatkan akses air bersih di Kabupaten Bangkalan dapat tercapai. Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga semua pihak harus mendukung agar kegiatan ini berjalan sukses," katanya.

Lukman menambahkan, 21 titik pembangunan tersebut dipilih berdasarkan tingkat kerawanan kekeringan yang selama ini dialami masyarakat.
"Lokasi yang menjadi prioritas berada di daerah-daerah yang akses air bersihnya masih sangat rawan, di antaranya Kecamatan Blega, Klampis, Tanjung Bumi, dan Kokop" ungkapnya.

Melalui program PAMSIMAS 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap persoalan krisis air bersih yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, terutama saat musim kemarau, dapat berangsur teratasi dan meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah-wilayah rawan kekeringan. (*)

Baca Juga:
Momen 10 Muharram, IKAMA Perkuat Semangat Berbagi Lewat Santunan Anak Yatim
Baca Juga:
50 Calon Siswa SDN Gunung Sereng 1 Bangkalan Terancam Tak Sekolah, Kades Minta Dispendik Segera Cari Solusi