KETIK, SURABAYA – Aysilla Naila Sari, ia menjadi Jemaah Calon Haji (JCH) termuda di kloter 16 Kota Malang. Ais-sapaannya berangkat ke tanah suci masih berusia 15 tahun.

Ais berangkat ke tanah suci tak sendiri. Ia berangkat bersama kakak kandungnya dan kakak ipar. Sebagai salah satu JCH dari kalangan Gen Z menjadi hal yang spesial.

Saat ditanya apakah sepulang dari tanah suci ia dipanggil hajah? Ais langsung mengatakan tidak perlu. Ia ogah dipanggil dengan hajah.

"Enggak usah dipanggil biasa nama biasa saja," kata siswi MTSN 1 Kota Malang itu.

Lanjutnya, persiapan menjelang ibadah haji sudah dipersiapkan jauh hari, seperti persiapan fisik. Selain itu ia juga sudah menyiapkan sejumlah itinerary atau jadwal tempat-tempat di Arab Saudi selain ibadah haji.

Baca Juga:
Awas Tergiur Haji Tanpa Antre, PPIH Embarkasi Surabaya Tegaskan Waspada Penawaran Ilegal

"Mungkin nyari jajan sama coba kafe-kafe yang lagi viral (di Arab Saudi)," lanjutnya.

Kendati sudah menyiapkan fisik dan itinerary, ia mengaku masih membagi waktu dengan kegiatan di sekolah. Keberangkatannya ke tanah suci ternyata berbarengan dengan jadwal ujian sekolah.

Ais sekarang duduk di kelas IX, dimana sekarang waktu paling sibuk-sibuknya untuk belajar, berjuang lulus SMP dengan nilai yang bagus.

"Sebelum berangkat sebenarnya sudah ujian, terus besok Senin ada ujian lagi. Ujian kelulusan. Nanti dilanjut di Madinah. Sudah saya siapkan juga selama satu bulan dan Alhamdulillah dapat bimbingan dari sekolah," jelasnya.

Baca Juga:
5.252 Jemaah Berangkat ke Tanah Suci, 6.075 Tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya

Perjalanan Ais untuk bisa pergi, beribadah ke tanah suci dimulai sejak masih bayi. Orang tuanya sudah mendaftarkannya sejak masih berada di stroller bayi.

Ia tercatat sudah terdaftar di sistem haji nasional sejak 2012, saat usianya baru satu tahun. (*)