KETIK, ACEH SINGKIL – Sejumlah kalangan mengapresiasi pembangunan ruas jalan batas Aceh Selatan - Kuala Baru - Singkil - Telaga Bakti, senilai Rp19 ,7 milyar lebih menggunakan alokasi dana APBA tahun 2026.

Berdasarkan Kontrak kerja Nomor 08-AC/BANG/PUPR/APBA/2026. Pelaksanaan kegiatan proyek dimulai pada 15 Juni 2026 hingga 15 Desember 2026, yang dilaksanakan. PT. Gunung Agung Mandiri.

Umaiyah, S. PdI, kepala Desa Kuala Baru Laut, mengatakan sangat mendukung pembangunan jalan menghubungkan Desa Kilangan - Kuala Baru. Ia berharap proyek dapat berjalan sebagaimana mestinya. "Saya yakin setelah selesai, ruas jalan ini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir," ucapnya, Jumat 21 Agustus 2026.

Umaiyah menjelaskan, umumnya, sektor perekonomian masyarakat pesisir ialah nelayan. Selama ini nelayan membawa hasil tangkapan menggunakan perahu kayu menuju Desa Kilangan, kecamatan Singkil, untuk dipasarkan.

"Biasanya angkutan lewat jalur sungai nelayan kita dihadapkan banyak resiko, dan faktor cuaca berupa badai yang senantiasa menjadi tantangan dalam memasarkan hasil tangkapan. Insya Allah setelah akses jalan darat ini selesai di bangun, transportasi menjadi lebih mudah dilalui," jelasnya.

Baca Juga:
Perkuat Profesionalisme Organisasi, Adhifatra Agussalim Tuntaskan Kompetensi Ahli Manajemen Tingkat Madya

Hitungannya, tambah Umaiyah, setiap hari para nelayan mampu menghasilkan puluhan ton tangkapan ikan. Bila akses jalan telah baik, niscaya dapat lebih memudahkan masyarakat memasarkan.

Sementara warga lainnya menimpali bahwa umumnya masyarakat Desa Kuala Baru, maupun Kayu Menang bila hendak bepergian ke ibu kota kabupaten Aceh Singkil, mesti bertarung dengan medan tanah berpasir.

Ia berharap rekanan pelaksana pembangunan jalan dimaksud dapat bekerja maksimal, dan tepat waktu sesuai kontrak kerja yang telah disepakati. (*)

Baca Juga:
Tokoh Pemekaran ALA Dorong Safriadi Oyon Pimpin Partai Golkar Aceh Singkil