KETIK, BREBES – Di tengah melimpahnya limbah pertanian yang sering kali berakhir menjadi sampah, Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi PAN, Suwarno Hadi Saputra, justru melihat peluang ekonomi yang menjanjikan.
Ia menginisiasi budidaya jamur merang dengan memanfaatkan limbah tongkol atau janggel jagung sebagai media tanam.
Program tersebut digagas untuk mendorong pemberdayaan ekonomi anggota Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) agar memiliki sumber penghasilan tambahan secara mandiri.
Saat ditemui di kediamannya di Desa Banjarharjo, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Suwarno menunjukkan langsung proses budidaya jamur merang yang menurutnya dapat dilakukan dengan modal kecil dan tanpa membutuhkan lahan luas.
Menurutnya, usaha tersebut sangat cocok diterapkan masyarakat prasejahtera karena biaya produksi relatif rendah, sementara potensi keuntungan cukup besar.
Baca Juga:
Lelah Menanti Pemerintah, Warga Cibogo Ketanggungan Brebes Swadaya Sewa Alat Berat Tanggulangi Banjir"Limbah yang dulu dianggap sampah, sekarang bisa diolah menjadi uang. Ini potensi yang sangat besar, apalagi di daerah pertanian seperti kita, bahan bakunya tersedia melimpah dan bahkan bisa didapatkan secara cuma-cuma, bisa berpeluang untung besar," ujar Suwarno, Selasa, 16 Juni 2026.
Suwarno menjelaskan, modal awal yang dibutuhkan hanya sekitar Rp100 ribu. Biaya tersebut digunakan untuk membeli sejumlah bahan pendukung seperti dedak halus, ragi, pupuk urea, pupuk organik serbuk, dan plastik penutup media tanam.
Ia merinci kebutuhan biaya produksi, yakni dedak halus 3 kilogram sekitar Rp7.500, ragi Rp14.000, pupuk urea Rp5.000, serta pupuk organik serbuk sekitar Rp20.000.
“Total biaya bahan baku dan pupuk hanya sekitar Rp48.100. Sisa dana sekitar Rp52.000 digunakan untuk membeli plastik penutup media tanam sebagai pelengkap proses budidaya,” jelasnya.
Baca Juga:
Green Farmer Club UIN Malang Ajak Mahasiswa Kenal Peluang Bisnis Budidaya JamurTak hanya murah, proses budidayanya juga tergolong cepat. Setelah media tanam disiapkan, masa inkubasi berlangsung selama 10 hari. Memasuki hari ke-11, jamur mulai tumbuh dan dapat dipanen hingga hari ke-30.
Dalam satu siklus produksi, lahan berukuran 1 x 2,5 meter mampu menghasilkan rata-rata dua kilogram jamur per hari selama masa panen berlangsung.
Dengan asumsi harga jual Rp40 ribu per kilogram, potensi pendapatan kotor bisa mencapai Rp800 ribu dalam satu periode panen.
"Namun agar lebih realistis, saya mengilustrasikan keuntungan bersih minimal Rp600.000 per bulan. Angka ini sudah sangat lumayan untuk usaha rumahan bermodal kecil," katanya.
Selain menjanjikan keuntungan ekonomi, budidaya jamur merang berbahan tongkol jagung juga dinilai memiliki keunggulan dari sisi teknis. Selain tidak membutuhkan lahan luas, perawatannya relatif sederhana sehingga mudah dipelajari oleh masyarakat pemula.
Menurut Suwarno, peluang pasar jamur merang juga masih sangat terbuka lebar. Tingginya permintaan masyarakat terhadap bahan pangan sehat membuat prospek usaha tersebut cukup menjanjikan.
"Kebutuhan pasar di kota sangat tinggi. Masyarakat di sana, terutama kalangan menengah ke atas, sudah sangat memahami pentingnya mengonsumsi protein nabati. Permintaan terhadap jamur merang, jamur tiram, dan jenis jamur lainnya terus meningkat," jelasnya.
Melalui pendampingan yang dilakukan bersama para pendamping PKH, Suwarno berharap program tersebut dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat secara berkelanjutan.
Selain aspek ekonomi, ia juga mengedukasi masyarakat mengenai manfaat kesehatan jamur. Menurutnya, jamur mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk kesehatan, mulai dari vitamin B kompleks hingga zat yang membantu menjaga sistem pencernaan dan daya tahan tubuh.
Salah seorang pendamping PKH, Diky, mengaku tertarik mengembangkan budidaya tersebut setelah melihat langsung hasil dan manfaatnya.
"Rasanya enak dan lezat, manfaatnya juga terasa. Budidaya ini sangat menjanjikan, saya juga berencana akan membudidayakan di rumah," ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua DPD PAN Brebes yang juga anggota DPRD Brebes, Tobidin. Ia menilai inovasi yang dilakukan Suwarno layak didukung karena mampu mengubah limbah pertanian menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
"Kami sudah mencoba mengolah masakan jamur merang janggel jagung hasil budidaya Pak Suwarno, rasanya sangat lezat. Kami apresiasi langkah Bapak Suwarno yang menginisiasi budidaya jamur ini. Ini langkah positif untuk menginisiasi masyarakat, khususnya KPM PKH, untuk ikut membudidayakan jamur merang dari janggel jagung. Kami dari PAN akan terus mendukung," katanya.
Melalui inovasi tersebut, Suwarno berharap semakin banyak masyarakat yang melihat limbah pertanian bukan sebagai sampah, melainkan peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.(*)