KETIK, LUMAJANG – Rencana pembangunan jalan tambang yang akan melintasi kawasan hutan negara di tiga desa di Kabupaten Lumajang mulai mendapatkan titik terang.
Jalan tambang yang digagas oleh PT. Lumajang Jaya Sejahtera (LJS) sudah mendapatkan persetujuan untuk segera dibangun sekaligus akan difungsikan sebagai jalur evakuasi jika terjadi bencana alam.
"Tidak hanya untuk jalan tambang, tapi sekaligus sebagai jalur evakuasi jika terjadi bencana alam, karena jalan ini akan membentang dari Jugosari Candipuro, Bagu dan Bades Kecamatan Pasirian. Dan kawasan ini sebagian merupakan kawasan rawan bencana, khususnya di Jugosari," kata Sujatmiko, Komisaris PT. Lumajang Jaya Sejahtera.
Masih kata Sujatmiko, dalam dua bulan ini proses pembuatan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) akan segera diselesaikan.
"Setelah itu pembangunan akan kita mulai dan saya perkirakan butuh waktu 5 bulan untuk selesai," kata Sujatmiko.
Baca Juga:
Terkait Situasi Terkini di Sekitar HGU PT KJB, Wakil Ketua DPRD Lumajang H Sudi Minta Semua Pihak Jaga KondusivitasJalan tambang ini akan membentang di tiga desa sepanjang 15 kilometer dengan lebar 8 meter.
"Jika tidak ada hambatan mungkin 5 bulan akan selesai," jelas Sujatmiko.
Dengan adanya jalan tambang ini diharapkan angkutan tambang tidak lagi melintas di tiga desa ini, sehingga jalan desa tidak lagi padat dengan angkutan tambang.
"Selama ini warga desa banyak yang mengeluh karena harus berpapasan dengan angkutan tambang dalam aktivitas sehari-hari. Semoga ini menjadi jawaban untuk masalah ini," harap Sujatmiko.