KETIK, CILACAP – Puluhan warga kurang mampu mengikuti operasi katarak gratis yang diadakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap hasil kolaborasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap, Sabtu 25 April 2026.

Sebelum dioperasi, mereka terlebih dahulu menjalani screening (pemeriksaan mata) pemeriksaan tekanan darah atau tensi, gula darah, tes swab antigen, tes HIV dan tes HbSAg.

Adapun screening awal dilakukan di Klinik Pratama Rawat Inap PMI, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan.

"Kegiatan operasi katarak gratis ini dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-170 Kabupaten Cilacap, kerja sama RSUD Cilacap dengan PMI," ujar Plt Direktur Utama RSUD Cilacap, Hasanuddin.

Hasanuddin menyampaikan, dari total 63 orang pendaftar, yang mengikuti screening sebanyak 57 orang dan yang memenuhi persyaratan 53 orang.

Baca Juga:
PMI Cilacap Gelar Operasi Katarak Gratis, Sasar 100 Warga Kurang Mampu

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, RSUD Cilacap menyiapkan alat phacoemulsifier untuk operasi katarak. "Untuk pelaksanaan operasi kita menggunakan alat mesin phacoemulsifier," kata Hasanuddin.

"Insyaallah kalau secara umum kurang lebih 35-45 menit, satu hari selesai. Kamar untuk istirahat atau observasi juga kita siapkan" lanjut Kepala Dinas Kesehatan dan KB ini.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah tenaga medis mulai dari dokter spesialis, perawat hingga residen mata. "Mulai pagi tadi kita sudah melaksanakan operasi," ungkap Hasanuddin.

"Dan kita mempersiapkan 3 orang dokter spesialis mata, dibantu 2 residen mata dan perawat dan teman-teman IBS untuk melakukan screening, administrasi dan lainnya," tandasnya.

Baca Juga:
Gelar Rakor-Simulasi Sispam Kota, Pemkab Cilacap Siap Hadapi Aksi Buruh 1 Mei

Setelah menjalani operasi, kata Hasanuddin para pasien menjalani kontrol pada esok hari, Minggu 26 April 2026. "Jadi setelah operasi hari ini, besok kontrol," ujarnya.

"Kami buka poli khusus untuk memfasilitasi para pasien operasi katarak ini. Walaupun hari Minggu, poli kita buka untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan," lanjut Hasanuddin.

Setelah operasi, pasien dijadwalkan untuk kontrol kembali pada tanggal 6, 7, 8 Mei untuk kontrol. "Kemudian kontrol sekali lagi kita bagi tanggal 11, 12, 16 Mei," pungkas Hasanuddin. (*)