KETIK, SURABAYA – Sebanyak 40 peserta mengikuti Masterclass bertajuk "Sakinah yang Tertunda" yang diselenggarakan Rumah Sakinah Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya Nomor 62, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus diskusi mengenai ketahanan keluarga, pola komunikasi rumah tangga, serta strategi membangun keluarga harmonis di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ibu Murni, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Rumah Sakinah Muhammadiyah, M. Arif An, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Arif menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat dan berkemajuan.
Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang muncul di masyarakat berakar dari kondisi keluarga yang kurang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.
Baca Juga:
Mentan: Stok Beras 12,5 Juta Ton, Pangan Aman 10 Bulan ke Depan Hadapi El Nino Godzilla"Masyarakat yang sehat dan berkemajuan hanya dapat lahir dari keluarga yang kuat," ujarnya.
Masterclass tersebut menghadirkan Coach M. Arfaini Alif, M.Pd., M.A., CPHR., CBA sebagai narasumber utama.
Praktisi yang dikenal sebagai Transformational Islamic Coach, Islamic Counselor, dan Psychotherapist itu membekali peserta dengan berbagai pendekatan untuk memperkuat hubungan keluarga.
Melalui metode Power of Heart Coaching, peserta diajak mengenali akar konflik rumah tangga, memperbaiki pola komunikasi, mengelola emosi, hingga membangun kembali kebiasaan positif dalam keluarga.
Baca Juga:
Partai Gelora Tolak Perluasan Ambang Batas Parlemen untuk DPRD, Tak Adil Bagi Partai NonparlemenDalam paparannya, Coach Arfaini meluruskan pemahaman yang selama ini berkembang mengenai konsep keluarga sakinah. Menurutnya, keluarga sakinah bukan berarti keluarga yang tidak memiliki masalah.
"Esensi keluarga sakinah bukan tidak memiliki masalah, tetapi memiliki kemampuan untuk bertahan dan bertumbuh ketika menghadapi ujian melalui komunikasi yang sehat, kasih sayang, serta nilai-nilai keislaman," jelasnya.
Suasana diskusi berlangsung interaktif ketika peserta mulai berbagi pengalaman mengenai berbagai dinamika kehidupan rumah tangga yang mereka alami. Sesi tanya jawab pun menjadi ruang refleksi sekaligus pencarian solusi terhadap berbagai persoalan keluarga.
Rumah Sakinah Muhammadiyah menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat fungsi lembaga sebagai pusat edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan keluarga.
Melalui program tersebut, Rumah Sakinah Muhammadiyah ingin membantu masyarakat membangun relasi keluarga yang lebih sehat, harmonis, dan mampu menghadapi tantangan sosial yang terus berkembang.
Selain memberikan edukasi, lembaga ini juga mengintegrasikan layanan konseling dan pendampingan bagi keluarga, perempuan, anak, hingga kelompok masyarakat rentan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga Indonesia.
Rumah Sakinah Muhammadiyah berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga semakin banyak keluarga yang memperoleh bekal dalam membangun kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
"Merawat keluarga bukan menunggu masalah selesai, tetapi belajar bertumbuh bersama dalam setiap keadaan," menjadi pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.(*)