KETIK, SURABAYA – Wisma Persebaya yang terletak di Jalan Karanggayam Nomor 1 tampak berbeda. Bangunan yang dikenal sebagai kawah candradimuka pemain-pemain Bajul Ijo itu kedatangan empat legenda Persebaya angkatan 1996-1997.
Empat legenda tersebut adalah Jacksen F. Tiago, Anang Ma'aruf, Yusuf Ekodono, dan Reinold Pietersz. Mereka tampak asyik bermain bola di lapangan yang baru saja direnovasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Saat berada di sana, keempatnya langsung bernostalgia, mengenang masa-masa kejayaan Persebaya bersama Wisma Persebaya di Jalan Karanggayam. Banyak pemain berbakat yang lahir dari tempat tersebut.
"Sangat luar biasa. Kami melihat sebuah tempat yang sangat modern dan nyaman. Saya rasa sudah selayaknya Kota Surabaya dan Persebaya memiliki tempat seperti ini," kata Jacksen F. Tiago.
Baca Juga:
Malik Risaldi Bertahan di Persebaya, Siap Tuntaskan Ambisi Pribadi Musim Depan!Tanggapan serupa juga disampaikan oleh Anang Ma'aruf. Ia mengaku senang dapat kembali melihat Lapangan Karanggayam dengan tampilan baru yang lebih modern.
"Saya senang melihat sebuah tempat yang modern dan nyaman. Sudah selayaknya Surabaya memiliki tempat seperti ini. Saya berharap akan lahir banyak pemain berbakat dari sini," harapnya.
Lapangan Karanggayam kini memiliki lapangan sintetis, tribun mini, serta area yang dahulu digunakan sebagai mes pemain yang kini dibangun lebih baik oleh Pemkot Surabaya.
Selain diajak mencoba lapangan oleh tim dari Pemkot Surabaya, keempat legenda Persebaya tersebut juga menyempatkan diri berkeliling hingga masuk ke mes pemain.
Baca Juga:
Cakupan IKD di Kelurahan Pagesangan Sudah Lampaui Target Pemerintah, Tapi Masih ada PR Peningkatan Aktivasi dan SosialisasiSaat memasuki mes, kenangan masa lalu seolah kembali hadir. Hal itu disampaikan oleh Yusuf Ekodono. Menurutnya, Persebaya ketika masih berlatih di Lapangan Karanggayam dan bertanding di Stadion Gelora 10 November memiliki aura yang berbeda.
"Dulu setiap latihan sore banyak suporter datang bersama anak dan keluarga, lalu duduk di tribun. Dari situ mereka selalu memberikan semangat kepada kami. Itu yang membuat kami termotivasi," bebernya.
Reinold Pietersz juga merasakan hal yang sama. Sebagai pemain yang pernah membawa Bajul Ijo meraih gelar juara, ia mengaku senang dapat kembali ke Lapangan Karanggayam. Menurutnya, lapangan latihan dan Stadion Gelora 10 November merupakan pasangan yang tidak dapat dipisahkan.
"Karena dari Karanggayam pemain bisa merasakan kebersamaan. Apalagi Persebaya memulainya dari sini, dari Karanggayam," jelasnya. (*)