KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang kembali membagikan 3.513 stel seragam gratis bagi siswa SD dan SMP negeri serta swasta. Pembagian seragam gratis tersebut memakan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. 

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan terjadi penurunan anggaran seragam gratis akibat efisiensi. Sebelumnya anggaran seragam gratis mencapai Rp6 miliar dan dibagi rata untuk semua desil. 

Dari total 3.513 stel tersebut, sebanyak 2.013 stel dibagikan untuk siswa kelas 1 SD, sedangkan 1.500 lainnya untuk siswa kelas 7 SMP. 

"Ada perbedaan dengan tahun kemarin, karena memang efisiensi. Kita memprioritaskan kepada mereka yang masuk dalam keluarga prasejahtera atau kelompok desil, 1, 2, sampai Desil 4. Kita cek itu semua agar mereka tepat sasaran," ujarnya, Kamis, 23 Juli 2026.

Masing-masing siswa mendapatkan dua jenis seragam yakni Pramuka dan seragam identitas yakni merah putih untuk jenjang SD, putih biru untuk SMP. Atribut berupa topi dan dasi pun juga diberikan untuk siswa. 

Baca Juga:
Hari Anak Nasional, Disdikbud Kota Malang Minta Guru Anggap Murid Layaknya Anak Sendiri

"Kan namanya efisiensi, program prioritas sih tetap ada. Tapi hanya kita kurangi dan agar tepat sasaran. Sehingga mereka mendapatkan yang masuk dalam desil 1 sampai desil 4," sebutnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana menjelaskan telah mengumpulkan seluruh wali murid untuk pendataan. 

"Wali murid yang desil 1 sampai 4 itu suruh mengisi. Begitu mereka butuh bantuan, baru kita dropping ke sekolah-sekolah. Makanya jadinya sudah lama," kata Jana. 

Ia menyebut pada bulan Juni 2026 seragam telah terkumpul namun tidak langsung dibagikan kepada siswa. Wali murid diberikan penjelasan bahwa kali ini tidak semua siswa mendapatkan seragam gratis. 

Baca Juga:
Pelatih Legendaris M. Basri Tutup Usia, Pengantar Arema FC Raih Gelar Perdana

"Sekarang saya memberikan kebijakan kepada teman-teman di sekolahan baik negeri maupun swasta. Sampai kapan pun siswa baru bisa pakai seragam baru, tidak akan ditegur. Tidak ada batasnya," pungkasnya. (*)