Tembus Festival Dunia, Film Karya Mahasiswa ISI Yogyakarta Gelar Premier di Spanyol

28 September 2026 11:21 28 Sep 2026 11:21

Agitha Putri I. R., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tembus Festival Dunia, Film Karya Mahasiswa ISI Yogyakarta Gelar Premier di Spanyol

Maarij Reka saat menerima penghargaan di San Sebastián, Spanyol (Tangkap layar Instagram @sansebastianfes)

KETIK, YOGYAKARTA – Kabar bahagia datang dari mahasiswa Institut Seni Indonesia di Yogyakarta usai film pendek bertajuk "Dihapus dari Peta" miliknya terpilih untuk berkompetisi dan menggelar international premiere dalam festival bergengsi 74th San Sebastián International Film Festival, Spanyol.

Dikutip dari Instagram @isiyogyakarta_official, capaian ini merupakan sejarah baru bagi Indonesia, karena "Dihapus dari Peta" menjadi salah satu film pendek yang berhasil lolos program NEST, yaitu ajang bergengsi yang menghadirkan karya-karya film pendek dari sekolah film di seluruh dunia.

San Sebastián memegang status FIAPF A-category yang membuatnya menjadi panggung perfilman paling prestisius di dunia.

Mengisahkan tentang seorang yang memberikan informasi akan ingatannya pada seorang jurnalis dengan foto-foto yang ia ambil karena tempat itu akan segera dihapus dari peta, sehingga ia dan saudaranya ingin kembali ke tempat itu untuk membuat ulang momen saat dirinya masih kecil. Kisah itu dirangkum dengan durasi penayangan 17 menit.

Kabar ini hadir di waktu yang tepat, karena tempat yang melatarbelakangi cerita ini telah lama menjadi perbincangan media. Beberapa waktu ini, Kalimantan mengalami kebakaran di mana-mana, membuat cerita itu semakin dekat dengan masyarakat Indonesia terutama sang Sutradara, Maarij Reka.

Setelah melakukan penayangan khusus di Tabakalera Cinema, San Sebastián, Spanyol pada 25 September 2026, Maarij Reka pun menerima Penghargaan Laboratorium Film dan Audiovisual Tabakalera-NEST. Hal itu disampaikan Maarij Reka di akun Instagram pribadinya pada 26 September 2026.

Sebelumnya, film ini sudah pernah diputar pada ajang penghargaan Indonesia di Jogja-NETPAC Asian Film Festival pada 2025 lalu. Tak hanya itu, film "Dihapus dari Peta" juga didaftarkan pada 42nd Interfilm International Short Film Festival Berlin 2026. Namun, penghargaan tersebut masih akan dilaksanakan pada November 2026. 

Perfilman Indonesia telah banyak menorehkan prestasi di sejumlah ajang bergengsi dunia. Kehadiran "Dihapus dari Peta" turut menambah daftar karya sineas muda Indonesia yang mendapat ruang di festival internasional, sekaligus membawa cerita dari Indonesia untuk dikenal penonton yang lebih luas. (*)

Tombol Google News

Tags:

San Sebastián Festival Film Maarij Reka ISI Yogyakarta