KETIK, TULUNGAGUNG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan peran ulama sangat penting dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat. Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk tokoh agama.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Baharudin saat menghadiri seminar peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tulungagung di Aula PMI, Sabtu, 25 Juli 2026.
Seminar bertema "Tulungagung Darurat Narkoba, Membedah Modus Baru Narkoba di Balik Tren Gaya Hidup" itu dihadiri unsur Forkopimda, Ketua MUI Tulungagung KH Hadi Muhammad Mahfudz, Kepala BNNK Wasbeka Abie Yuwono, Penjabat Sekretaris Daerah Tri Hariadi, akademisi, tokoh masyarakat, serta pimpinan pondok pesantren.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin mengapresiasi inisiatif MUI Tulungagung menggelar seminar tersebut. Ia menilai dakwah ulama tidak hanya berperan dalam membimbing ibadah, tetapi juga menjaga keselamatan jiwa (hifzhun nafs) dan akal (hifzhul 'aql) sebagai bagian dari tujuan syariat (maqāṣid asy-syarī'ah).
"Mimbar khutbah, majelis taklim, dan pesantren adalah sarana edukasi moral yang sangat efektif. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri; butuh sinergi antara BNN, aparat penegak hukum, tokoh agama, hingga lingkungan keluarga untuk membentengi generasi muda," ujar Ahmad Baharudin.
Selain itu, ia mengajak para orang tua dan tenaga pendidik untuk memperkuat komunikasi dengan anak-anak serta menanamkan nilai-nilai akhlak sejak dini sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Melalui seminar tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap lahir rekomendasi yang dapat memperkuat langkah pencegahan dan mewujudkan daerah yang bebas dari ancaman narkotika. (*)
