KETIK, TULUNGAGUNG – Ibadah haji bukan hanya tentang kekhusyukan ritual di hadapan Sang Pencipta, tetapi juga tentang rajutan kisah kemanusiaan di antara jutaan jemaah. Salah satu cerita inspiratif itu lahir dari ketulusan H. AKP Syamsul, S.H., Kanit Reskrim Polsek Ngunut, Polres Tulungagung.
Hari itu, Sabtu, 30 Mei 2026, terik Mina menyaksikan bagaimana perwira polisi ini menanggalkan sejenak atribut jabatannya demi menjadi pelayan bagi sesama tamu Allah.
Usai melontar Jumrah Aqabah, ia langsung bersiap dengan alat cukur di tangan, menawarkan layanan cukur rambut gratis guna membantu jemaah bertahalul.
Langkah mulia ini semakin indah karena dibersamai oleh Suad Bagiyo, Kepala Desa Jarak, Tulungagung. Layaknya sahabat karib, polisi dan kepala desa ini kompak bergotong royong. Hasilnya, tidak kurang dari seratus jemaah haji terbantu pada hari itu.
"Agama itu tidak hanya diwujudkan dalam ritual ibadah semata, tetapi juga melalui tindakan sosial yang menghadirkan manfaat bagi sesama," ujar Suad Bagiyo di sela aktivitas mereka.
Bagi para jemaah, kehadiran dua figur asal Tulungagung ini bagaikan oase di tengah hiruk-pikuk dan kelelahan fisik selama berada di Mina. Proses tahalul menjadi jauh lebih mudah berkat aksi teladan tersebut.
Dari Tanah Suci Mina, AKP Syamsul dan Suad Bagiyo memberikan pelajaran berharga bahwa pengabdian terbaik adalah yang dilakukan dengan keikhlasan, tanpa batas ruang dan waktu. Perjalanan haji mereka telah menjelma menjadi sebuah refleksi kemanusiaan yang sejati.
