KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar doa bersama sebagai upaya memperkuat harmonisasi dan kolaborasi antarlembaga dalam penyelenggaraan pemerintahan sepanjang 2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Kamis malam, 2 Juli 2026, itu menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, hingga organisasi kemasyarakatan.
Acara tersebut dihadiri langsung Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, S.M., M.M., bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, camat, Danramil, Kapolsek se-Kabupaten Tulungagung, Ketua MUI, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta para pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin mengatakan doa bersama bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi ruang refleksi bagi seluruh penyelenggara pemerintahan agar senantiasa menjalankan amanah dengan niat tulus dan menjunjung tinggi integritas.
"Di tengah berbagai dinamika pemerintahan dan tantangan pembangunan tahun 2026, doa menjadi kekuatan moral yang menuntun langkah kita agar tetap berada di jalan yang diridhai oleh Tuhan Yang Maha Esa, dalam satu tujuan yang sama, yaitu kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tulungagung," ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen terus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah daerah.
Diperlukan sinergi dan kebersamaan seluruh unsur, mulai dari aparat keamanan, lembaga pemerintahan, tokoh agama, hingga masyarakat.
"Harmonisasi antar lembaga adalah fondasi utama bagi terselenggaranya pemerintahan yang kondusif dan berwibawa. Untuk itu, kegiatan doa bersama ini kita jadikan sebagai wadah memperkuat sinergitas dan kolaborasi antarinstansi," katanya.
Ahmad Baharudin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir.
Ia menilai kehadiran berbagai elemen lintas sektor mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan budaya keguyuban yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Tulungagung.
Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang terbangun melalui doa bersama tersebut dapat terus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.
Melalui momentum spiritual ini, Pemkab Tulungagung berharap kolaborasi antarinstansi semakin solid sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, sekaligus menciptakan pemerintahan yang harmonis, kondusif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(*)
.png)