KETIK, TUBAN – SMK Negeri 1 Jatirogo menggelar sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) dengan mengundang 73 wali murid penerima bantuan serta perwakilan Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai bank penyalur.
Kegiatan yang berlangsung di musala sekolah itu bertujuan memastikan penyaluran bantuan pendidikan berjalan transparan sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua terkait pemanfaatan dana PIP.
Sosialisasi tersebut juga menjadi langkah sekolah untuk meluruskan berbagai isu yang berkembang di masyarakat, termasuk tudingan adanya pemotongan dana bantuan oleh pihak sekolah.
Wakil Kepala SMKN Jatirogo Bidang Humas, M. Albar, mengatakan keterlibatan orang tua sangat penting agar dana bantuan sebesar Rp1,8 juta yang diterima setiap siswa benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan.
Menurutnya, hasil evaluasi pencairan sebelumnya menunjukkan masih ada siswa yang menggunakan dana bantuan untuk keperluan di luar kebutuhan sekolah ketika tidak mendapat pendampingan dari orang tua.
"Uang segitu kan besar ya, Rp1,8 juta. Kemarin ada yang dibelikan aksesoris motor, ada yang dibuat beli HP. Nominal ini tentu sangat berarti untuk mendukung sekolah anak. Melalui forum ini, kami ajak para wali murid untuk bersama-sama mengontrol penggunaannya karena ini sifatnya dana transfer langsung ke kartu PIP siswa penerima," ujar Albar, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia mengimbau para orang tua agar mengelola bantuan secara bijak.
Apabila perlengkapan sekolah seperti seragam, tas, atau perlengkapan lainnya masih layak digunakan, dana PIP diharapkan dapat dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan lain yang lebih mendesak.
Selain memberikan edukasi mengenai pemanfaatan dana, pihak sekolah juga memanfaatkan forum tersebut untuk memberikan klarifikasi terkait isu yang menyebut adanya pemotongan dana PIP.
Albar menegaskan seluruh dana bantuan disalurkan utuh kepada siswa penerima tanpa ada potongan dalam bentuk apa pun.
"Ada isu kami potong untuk kepentingan sekolah, jadi kami tegaskan tidak ada pemotongan untuk dana PIP. Kami sampaikan secara terbuka bahwa tidak ada pemotongan dalam bentuk apa pun. Transparansi ini penting agar tidak ada kesalahpahaman," tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala SMKN Jatirogo, Darusman, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari persiapan pencairan dana PIP yang akan dilakukan secara terbuka bersama orang tua siswa.
"Kami perlu mengedukasi dan melakukan sosialisasi kepada orang tua agar bisa menggunakan dana PIP dengan bijak. Rencananya pencairan dilakukan bersama orang tua agar penggunaannya dapat diketahui bersama. Saya juga sudah memastikan tidak ada potongan dalam dana PIP ini," ujarnya.
Darusman berharap sinergi antara sekolah, orang tua, komite sekolah, dan BNI sebagai bank penyalur mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mekanisme penyaluran Program Indonesia Pintar sekaligus menghindari munculnya kesalahpahaman yang dapat merugikan lembaga pendidikan.
Sebagai informasi, SMKN Jatirogo merupakan sekolah menengah kejuruan yang berlokasi di Jalan Raya Bader Nomor 55, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban.
Sekolah tersebut terus berupaya meningkatkan transparansi dalam pengelolaan berbagai program bantuan pendidikan yang diterima peserta didik.
Saat ini sekolah menampung sekitar 1.435 siswa dengan 5 Program Keahlian yakni:
1. Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif (TKRO)
2. Desain dan Produksi Busana
3. Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)
4. Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL)
5. Geologi Pertambangan.(*)
