KETIK, TUBAN – Seorang jurnalis asal Kabupaten Tuban, M. Abdul Rohman, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berisi apresiasi sekaligus harapan agar pemerintah memberi perhatian terhadap polemik berkembang pembangunan Proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Tuban.
Dalam surat bertajuk "Gaduhnya Proyek Sekolah Rakyat di Tuban: Ketika Mimpi Anak-anak dan Keringat Buruh Menanti Keadilan", Abdul Rohman menyampaikan dukungannya terhadap Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah. Menurutnya, program tersebut merupakan harapan besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Namun, ia mengaku prihatin berbagai persoalan yang muncul selama proses pembangunan proyek RS tersebut. Ia menyinggung adanya keluhan masyarakat sekitar, keterlambatan penyelesaian pembangunan berdampak pada mundurnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan proses belajar siswa baru, hingga dugaan keterlambatan pembayaran upah pekerja ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam suratnya, Abdul Rohman menilai persoalan upah bukan sekadar masalah administratif, melainkan menyangkut kebutuhan hidup para pekerja dan keluarga mereka. Ia berharap apabila terdapat persoalan administrasi, kontraktual, maupun ketenagakerjaan, seluruhnya dapat segera diselesaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia juga menyoroti kondisi ketika sebagian pekerja memilih menghentikan aktivitas sebagai bentuk protes atas persoalan yang mereka hadapi. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk upaya agar aspirasi mereka didengar, bukan untuk menghambat pembangunan.
Melalui surat itu, Abdul Rohman memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar memberikan perhatian terhadap persoalan yang berkembang di proyek Sekolah Rakyat Tuban. Ia berharap penyelesaian dilakukan secara terbuka, bertanggung jawab, serta berpihak pada keadilan bagi seluruh pihak.
"Kami ingin melihat Sekolah Rakyat dikenang sebagai tempat lahirnya generasi hebat Indonesia, bukan dikenang karena polemik yang mengiringi pembangunannya," tulis Abdul Rohman dalam suratnya.
Ia menegaskan bahwa surat terbuka di momen Agustus bukan dimaksudkan menyerang pemerintah, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan Program Sekolah Rakyat agar tetap menjadi simbol hadirnya negara dalam mengupayakan pendidikan bagi masyarakat prasejahtera.(*)
