KETIK, TUBAN – Kebakaran hebat kembali melanda Pasar Baru Tuban berlokasi di jalan Gajah Mada, Sidorejo, Kecamatan Tuban pada Kamis dini hari, 23 April 2026 sekitar pukul 02.30 WIB.
Peristiwa kebakaran merenggut puluhan kios atau lapak yang hangus dilalap si jago merah. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, sejumlah pedagang dilaporkan mengalami kerugian materiil.
“Data masuk ada 41 kios yang terbakar. Dari puluhan kios ini pemiliknya ada 15 orang,” kata Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky di lokasi kebakaran bersama Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin.
Lindra menyebutkan bahwa api dapat dipadamkan pagi pukul 05.00 WIB hingga 06.00 WIB masih dilakukan pembasahan di titik-titik api. Petugas gabungan dari Satpol PP dan Damkar bersama personel TNI, Polri serta BPBD Tuban dan masyarakat sekitar. Bahkan, armada pos Damkar Singgahan dan Rengel juga ikut diterjunkan dalam menjinakkan api.
"Ada pula damkar dari PT SIG Pabrik Tuban dan Armada damkar dari PLTU Tuban yang ikut pemadaman ini," imbuhnya.
Lindra berjanji akan menindaklanjuti peristiwa ini agar pedagang bisa berjualan kembali.
“Insya Allah akan dibangunkan lagi, dan pastinya akan ada penataan yang lebih bagus dan representatif,” kata dia
Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, menyampaikan bahwa kepolisian masih melalukan pengamanan dan memasang police line di area TKP. Selanjutnya, olah TKP menunggu Tim Polda Jatim yang nantinya akan didampingi Satreskrim Polres Tuban.
"Untuk kerugian belum ya masih menunggu olah TKP dari Polda Jatim," ungkap Kapolres Alaiddin.
Salah satu pemilik kios asal Palang, Edi Eswanto, mengaku syok setelah menerima kabar kebakaran. Ia mengetahui peristiwa tersebut dari telepon temannya sekitar pukul 03.00 WIB.
Ia menjelaskan bahwa kiosnya digunakan sebagai tempat pengolahan atau penggilingan tepung untuk bahan mie. Di dalamnya terdapat 45 zak tepung sebagai bahan produksi. Saat kebakaran terjadi, tidak hanya bahan baku, seluruh peralatan dan isi kios ikut hangus menjadi arang.
"Semoga ada tindakan nyata Pemda Tuban, karena kios di pasar ini tempat kami menggantungkan hidup,” tutupnya. (*)
