KETIK, TEGAL – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menegaskan bahwa keberagaman agama di daerahnya merupakan anugerah yang harus senantiasa dijaga dan dirawat bersama.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Halal Bihalal Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tegal yang digelar di Dapoer Tempo Doeloe, Sabtu, 18 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy Yon mengapresiasi kekuatan kerukunan yang terjalin berkat peran aktif FKUB, tokoh agama, serta pemuda lintas agama.
Ia menilai, interaksi nyata melalui dialog, bakti sosial, hingga doa bersama menjadi bukti kuat bahwa toleransi bukan sekadar wacana, melainkan gaya hidup masyarakat Tegal
“Kota Tegal telah menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun toleransi. Kehadiran perwakilan dari berbagai agama adalah simbol persatuan yang harus terus dirawat. Predikat kota toleransi ini membawa tanggung jawab besar, bukan hanya untuk dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan,” tegas Dedy Yon.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Tegal, Ahmad Firdaus Muhtadi, mengumumkan kabar membanggakan bahwa Kota Tegal berhasil masuk dalam daftar 10 Besar Kota Toleran versi Setara Institute.
Pencapaian ini merupakan lonjakan signifikan dari peringkat sebelumnya yang berada di urutan ke-39, kini naik ke posisi ke-9.
“Alhamdulillah, tahun ini Kota Tegal masuk ke dalam 10 besar. Ini semua hasil kerja keras dan dukungan penuh dari pemerintah, pimpinan ormas agama, camat, lurah, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Firdaus.
Sebagai bentuk penghargaan, delegasi Kota Tegal bersama Wali Kota akan berangkat ke Jakarta pada 21 April 2026 mendatang untuk menerima penghargaan tersebut.(*)
