KETIK, SURABAYA – Pencinta kuliner wajib tahu ini. Bisa jadi Arek Suroboyo tak banyak tahu. Sebab, lokasinya bukan berada di pinggir jalan protokol.
Namanya Masakan Padang Anisa Putri yang terletak di Jl Menanggal V No 76 Surabaya. Warung kaki lima ini bukan seperti restoran ternama.
Tempatnya sederhana. Tapi sukses memikat para pelanggan dengan cita rasa yang disebut-sebut tak kalah dari Restoran Garuda di Jakarta.
Restoran Garuda di Jakarta adalah rumah makan Padang ternama yang berada di kawasan Kemang, Jakarta. Presiden Prabowo pernah makan siang di sana.
Usus merupakan menu favorit di Warung Padang Anisa Putri Surabaya yang memikat pelanggan. (Foto: Naufal Ardiansyah/Ketik.com)
Kiagus Firdaus (41) mengaku sudah tak terhitung menikmati hidangan RM Anisa Putri ini. Dia pelanggan setia. Menu favoritnya usus, rendang, ikan kembung, paru dan ayam goreng.
"Menurut saya, ini tidak kalah dari restoran-restoran Padang di Jakarta. Saya pelanggan Pagi Sore dan Garuda di Jakarta. Ini the best dan wajib kalian coba para pencinta kuliner nusantara," kata Kia, sapaan akrabnya.
Meski rumah makan ini di atas emperan jalan, hanya mengandalkan ruko kecil, warung ini justru menghadirkan cita rasa yang menggoda dan bikin nagih para pelanggannya.
Tak ada interior mewah atau pendingin ruangan. Hanya deretan meja sederhana, kursi plastik, dan etalase kaca berisi aneka lauk khas Minang.
Namun, sejak pagi hingga malam, pembeli silih berganti datang. Bahkan, tak sedikit pelanggan rela antre demi seporsi nasi Padang hangat dengan rendang, gulai ayam, hingga sambal ijo yang menggugah selera.
Tak banyak menu, tapi setiap menu yang dihidangkan di etalase kaca khas RM Padang ini tak kalah dari restoran Garuda Jakarta. (Foto: Naufal Ardiansyah/Ketik.com)
Kunci kelezatan warung ini terletak pada racikan bumbu yang kuat dan autentik. Sang pemilik, yang merupakan perantau asal Sumatera Barat, mengaku tetap mempertahankan resep keluarga tanpa banyak modifikasi.
"Sudah tujuh tahun jualan di sini," kata pemuda yang merupakan pemilik warung tersebut.
Bagi warga Surabaya, keberadaan warung nasi Padang ini bukan sekadar tempat makan, tetapi juga bukti bahwa kuliner legendaris bisa hadir di mana saja—bahkan di sudut jalan sekalipun. (*)
