Gubernur Khofifah: IJIES 2026 Jadi Ruang Strategis Lahirkan Inovasi dan Gerakan Berdampak Dunia Pendidikan Jatim

22 Mei 2026 17:46 22 Mei 2026 17:46

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Gubernur Khofifah: IJIES 2026 Jadi Ruang Strategis Lahirkan Inovasi dan Gerakan Berdampak Dunia Pendidikan Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansad saat menyampaikan arahan dalam sambutannya pada Malam Penganugerahan Karya Inovasi Pendidikan Terbaik EJIES 2026 di Surabaya, Kamis malam, 21 Mei 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026 menjadi ruang strategis untuk melahirkan program-program inovatif guna meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memberikan penghargaan atas inovasi yang berdampak nyata di lingkungan satuan pendidikan.

“Inovasi yang lahir tidak hanya berhenti sebagai ajang kompetisi semata, tetapi mampu menjadi gerakan bersama yang terus tumbuh, berkembang dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan,” ujarnya usai menghadiri Malam Penganugerahan Karya Inovasi Pendidikan Terbaik EJIES 2026 di Surabaya pada Kamis malam, 21 Mei 2026.

Menurut dia, pentingnya hilirisasi inovasi agar dapat direplikasi secara luas di seluruh wilayah Jatim sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh satuan pendidikan, pendidik, hingga peserta didik.

Selain itu, karya tersebut dinilai berdasarkan sisi kualitas, kreativitas dan dampak nyata bagi penguatan pendidikan di Jatim. Khofifah menyebut, inovator ini merupakan representasi nyata semangat transformasi pendidikan yang adaptif, kolaboratif dan berorientasi masa depan.

Sebagai informasi, EJIES merupakan program yang menjadi pusat inovasi pendidikan terbesar di Jawa Timur dengan melibatkan SMA, SMK, SLB, cabang dinas, UPT dan seluruh insan pendidikan. 

Tahun ini EJIES diikuti oleh 24.727 pendaftar, dengan 19.765 karya inovasi yang berhasil masuk seleksi. Pada tahap pertama, lewat seleksi menghasilkan 250 karya terbaik. Kemudian tahap kedua seleksi aspek kelayakan dan keberlanjutan oleh akademisi ITS mengerucutkan menjadi 50 karya terbaik.

Setiap karya inovatif yang masuk dalam 50 besar hingga 25 besar merupakan bukti nyata bahwa insan pendidikan di Jatim memiliki semangat perubahan dan daya cipta yang luar biasa. Gubernur mengajak seluruh elemen pendidikan lintas jenjang, mulai dari SMA, SMK hingga unit-unit terkait lainnya, untuk terus menghadirkan terobosan baru.

“Maka seluruh yang bisa masuk 50, masuk 25 besar maka saya memohon kepada kita semua, lintas unit mulai SMA, SMK bahwa ada sesuatu yang memang kita harus melakukan inovasi demi inovasi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dicapai tanpa komitmen untuk terus berbenah dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, ia optimistis EJIES akan menjadi motor penggerak transformasi pendidikan di Jawa Timur, sekaligus melahirkan praktik-praktik terbaik yang dapat menjadi rujukan di tingkat nasional bahkan internasional.

Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan EJIES 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkualitas. “Dengan inovasi, kolaborasi, dan semangat gotong royong, maka Jawa Timur akan terus menjadi pusat lahirnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” sambungnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan yang telah berkontribusi menghadirkan inovasi nyata di berbagai satuan pendidikan di Jawa Timur.

“Tentu terima kasih dan penghargaan tertinggi kepada guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, serta seluruh pemangku kepentingan yang terus berinovasi dan menghadirkan perubahan dalam dunia pendidikan,” katanya.

Menurutnya, dedikasi para pendidik berjalan seiring dengan meningkatnya prestasi siswa-siswi Jawa Timur yang terus menunjukkan capaian membanggakan di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini semakin mengokohkan posisi Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Penganugerahan Ijies 2026 pendidikan jatim Info Pendidikan Berita Pendidikan Kota Surabaya