Kado Hari Kartini dari Khofifah, Ratusan Buruh Rokok dan Pelaku Usaha Perempuan Terima Bantuan Modal

22 April 2026 17:30 22 Apr 2026 17:30

Fariha Al J., Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kado Hari Kartini dari Khofifah, Ratusan Buruh Rokok dan Pelaku Usaha Perempuan Terima Bantuan Modal

Gubernur Khofifah berswafoto usai penyaluran bantuan DBHCHT dan program KIP Putri Jawara pada peringatan Hari Kartini 2026 di PT Gelora Djaja, Surabaya, Selasa, 21 April 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Tepat pada peringatan Hari Kartini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial kepada buruh industri hasil tembakau dan pelaku usaha perempuan di PT Gelora Djaja, Selasa, 21 April 2026. Langkah ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan di Jawa Timur.

Sebanyak 315 buruh pabrik rokok menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) masing-masing Rp1 juta. Selain itu, 300 perempuan di Kota Surabaya memperoleh bantuan modal usaha melalui program Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Putri Jawara sebesar Rp3 juta per orang dengan total anggaran Rp900 juta.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini tidak sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan di berbagai sektor.

"Peringatan Hari Kartini menjadi momen tepat untuk memberikan apresiasi kepada kaum perempuan yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan industri dan ekonomi di Jatim," tegasnya.

Menurutnya, penyaluran DBHCHT merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar manfaat dana cukai dapat dirasakan langsung oleh para pekerja industri hasil tembakau serta tepat sasaran bagi masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan sektor tersebut.

"Melalui dua program DBHCHT dan KIP Putri Jawara, peringatan Hari Kartini menghadirkan upaya nyata dalam memperkuat peran dan kemandirian perempuan di bidang ekonomi, baik sebagai pekerja maupun sebagai pelaku usaha," jelasnya.

Secara keseluruhan, pada 2026 sebanyak 10.324 buruh rokok di 65 perusahaan yang tersebar di 25 kabupaten/kota di Jawa Timur menerima manfaat DBHCHT dengan total anggaran Rp10,324 miliar. Khusus Kota Surabaya, 3.841 buruh menerima bantuan dengan total Rp3,841 miliar.

"Penyaluran ini sebagai bagian dari distribusi dana cukai untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya yang bekerja di sektor industri rokok," tuturnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa program KIP Putri Jawara yang diluncurkan sejak Hari Kartini 2025 telah menjangkau 10.492 perempuan pencari nafkah utama di berbagai daerah di Jawa Timur.

"Program KIP Putri Jawara mendorong perempuan agar mandiri secara ekonomi melalui kegiatan usaha produktif berkelanjutan. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat peran perempuan sebagai tulang punggung keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi di tingkat akar rumput," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Gelora Djaja, Krisna Tanimihardja, menyampaikan apresiasi atas penyaluran bantuan DBHCHT yang dinilai tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan buruh.

"Kami mendukung penuh karena tepat sasaran khususnya bidang kesejahteraan, kesehatan dan penegakan hukum. Sinergi Pemerintah dan pelaku industri memberi dampak positif berkelanjutan," katanya.

Ia berharap program DBHCHT dan KIP Putri Jawara dapat terus dilanjutkan serta diperluas guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kesejahteraan.

"Kami berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat serta kewirausahaan inklusi putri jawara untuk membantu masyarakat kurang mampu serta mereka yang akan memulai usaha," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jawa Timur Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Gubernur Khofifah Khofifah Hari Kartini