KETIK, SURABAYA – Jumat Agung adalah hari raya umat Kristiani yang jatuh pada hari Jumat sebelum Minggu Paskah. Hari ini diperingati sebagai hari penyaliban Yesus Kristus, menandai akhir dari masa Prapaskah dan awal dari masa Paskah.
Umat Kristiani biasanya mengadakan ibadah khusus dan refleksi tentang makna sakral peristiwa penyaliban tersebut.
Jumat Agung merupakan salah satu hari paling sakral dalam kalender liturgi Kristen. Berikut adalah sejarah lengkap Jumat Agung:
1. Peristiwa dalam Kitab Suci: Menurut catatan Injil, Jumat Agung menandai hari penyaliban Yesus Kristus, putra Allah menurut ajaran Kristen. Menurut kitab suci, Yesus ditangkap pada Kamis Malam Putih, diadili pada Jumat pagi oleh Gubernur Romawi Pontius Pilatus, dan kemudian disalibkan di Bukit Golgota di luar kota Yerusalem.
2. Pentingnya dalam Tradisi Kristen: Jumat Agung adalah puncak dari masa Prapaskah, periode 40 hari persiapan menjelang perayaan Paskah. Peristiwa penyaliban Yesus dipandang sebagai titik pusat dalam iman Kristen, di mana Yesus dikorbankan demi penebusan dosa manusia.
3. Ritual dan Perayaan: Jumat Agung biasanya diperingati dengan ibadah khusus di gereja-gereja Kristen, termasuk liturgi khusus yang mengingatkan umat akan penderitaan dan pengorbanan Kristus. Beberapa gereja juga mengadakan prosesi Salib, mengingatkan umat akan jalan salib yang dilalui Yesus sebelum disalibkan.
4. Praktik Keagamaan: Banyak umat Kristen mengamalkan puasa pada Jumat Agung sebagai bentuk penghormatan dan refleksi atas penderitaan Kristus. Ada pula tradisi untuk berpartisipasi dalam ibadah Tujuh Sakramen, melakukan pembacaan dan meditasi atas kisah-kisah penderitaan Yesus, serta berdoa bagi keselamatan umat manusia.
5. Signifikansi Teologis: Jumat Agung menjadi titik fokus teologi Kristen tentang penebusan, pengampunan dosa, dan kasih Allah yang tak terbatas. Penderitaan Yesus dipahami sebagai pengorbanan yang diperlukan untuk keselamatan umat manusia, dan perayaan Jumat Agung menegaskan iman Kristen dalam kebangkitan Kristus dan janji kehidupan kekal bagi yang percaya.
Dengan demikian, Jumat Agung tidak hanya merupakan hari yang mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga memegang peran sentral dalam kehidupan spiritual umat Kristen, mengajarkan tentang pengorbanan, penebusan, dan harapan akan kebangkitan Kristus.(*)
Ini Sejarah Jumat Agung bagi Umat Kristiani
29 Maret 2024 01:44 29 Mar 2024 01:44
Shinta Miranda, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Gereja Katolik Kristus Raja Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)
Tags:
Jumat Agung sejarah Kristiani Katolik gerejaBaca Juga:
Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan KebangsaanBaca Juga:
Jamin Keamanan Paskah, Polresta Malang Kota Sisir Sterilisasi Gereja hingga Sudut ParkirBaca Juga:
Pastikan Ibadah Paskah Aman, Polres Malang Siagakan Ratusan PersonelBaca Juga:
Umat Katolik Hayati Jalan Salib di Gereja Roh Kudus Gunung Anyar SurabayaBaca Juga:
Amankan Jumat Agung hingga Long Weekend, Polresta Malang Kota Siagakan 500 Personel ke Titik Rawan!Berita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
27 Oktober 2025 16:00
[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!
Trending
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari
Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar
Tekanan Fiskal Menguat, TPP Bondowoso Diminta Jadi Motor Inovasi Desa
Resmi Dilantik di Malang, GAPEMBI Jatim Siap Jadi Pilar Program Makan Bergizi Nasional
