Tayang 30 April 2026! Iko Uwais Hadirkan Pencak Silat di Film Aksi “Ikatan Darah”

28 April 2026 02:18 28 Apr 2026 02:18

Virmin Carlo J., Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tayang 30 April 2026! Iko Uwais Hadirkan  Pencak Silat di Film Aksi “Ikatan Darah”

Poster film action yang akan tayang, 30 April 2026 (foto: tangkapan layar @Uwaispictures)

KETIK, SURABAYA – Film aksi Ikatan Darah yang diproduksi oleh Uwais Pictures, siap tayang di bioskop Tanah Air mulai 30 April 2026. Adegan yang penuh emosional dengan mengangkat budaya pencak silat dan nilai keluarga.

Film ini didukung oleh KG Pictures, Legacy Pictures, dan Raid Rapid Active. Prosedur utama film ini Ryan Santoso, Sedangkan eksekutif diisi oleh Yentonius Jerriel Ho, Yocke Kaseger dan Iko Uwais sendiri.

Pada akun Instagram @Uwaispictures yang diposting Minggu, 26 April 2026, poster dan trailer menggambarkan aksi brutal dan latar belakang lorong sempit. Iko juga memuji aksi yang dilakukan oleh anggotanya.

“Untuk adegan apapun yang dialami, dia nggak mikir untuk keselamatan. Yang penting kerjain aja dulu safety-nya dia punya kontrol sendiri,” kata Iko.

Cerita diawali dari Livi Ciananta (Mega), mantan atlet pencak silat yang kembali ke dunia pertarungan demi menyelamatkan keluarganya dari lilitan utang.

Selain itu, Derby Romero (Bilal) seorang adik dari Mega yang terlilit utang, memicu konflik utama cerita. Masalah semakin rumit ketika Bilal secara tidak sengaja membunuh, seorang pria bernama Henri.

Henri adalah adik dari Primbon, bos gangster lokal yang berkuasa dan kejam, diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana. Primbon pun menggerakkan seluruh anak buahnya untuk menghukum Bilal dan siapa pun yang berani melindunginya.

Situasi semakin mencekam ketika Mega dan Bilal terjebak di sebuah kampung padat penduduk. Seluruh akses keluar telah dikuasai dan ditutup oleh anak buah Primbon, sehingga tidak ada jalan melarikan diri.

Gang-gang sempit dan perkampungan yang sesak menjadi arena konflik berskala besar, dengan beberapa adegan bahkan melibatkan ratusan figuran. Kamera bergerak agresif mengikuti setiap pukulan, menciptakan atmosfer yang intens dan terasa dekat.

Tidak punya pilihan lain, Mega terpaksa kembali ke dunia yang pernah ia tinggalkan. Dengan jurus-jurus pencak silat yang mengalir dalam darahnya, ia berjuang mati-matian menghadapi para gangster demi menyelamatkan satu-satunya keluarga yang ia miliki.

Kakak beradik itu harus bekerja sama menghadapi ancaman yang datang bertubi-tubi, meski nyawa menjadi taruhannya.(*)

Tombol Google News

Tags:

film Indonesia film action Rekomendasi film review film Iko Uwais