KETIK, SURABAYA – Warga di Jalan Pragoto, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya digegerkan dengan temuan seorang pria bersimbah darah pada Kamis, 23 April 2026.
Berdasarkan keterangan Kapolsek Simokerto, Zainur Rofiq, korban berinisial M. Ia diduga menjadi korban pembunuhan dengan sejumlah luka serius akibat luka senjata tajam di tubuhnya.
Ia menyebut, pihak kepolisian mengetahui kejadian ini dari laporan warga sekitar. Setelah dilakukan pemeriksaan, M sudah tidak bernyawa.
"Informasi yang kami kantongi, permasalahannya antara korban dengan tersangka, keterangan dari adik dari keluarga, ini masih ada hubungan kerabat dan informasinya memang si tersangka ini tadi malam informasinya habis tidur," katanya.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, polisi menemukan luka akibat kekerasan di dada dan kepala. Luka itu diduga dari sabetan atau tusukan benda tajam.
"Di dada ada luka sabetan atau penancapan benda tajam, kemudian juga ada luka di kepala. Untuk detailnya nanti menunggu hasil autopsi,” jelasnya.
Polisi juga menduga, korban tidak diserang oleh satu pelaku. Berdasarkan keterangan awal, pelaku lebih dari dua orang.
“Informasi yang kami dapat, pelakunya lebih dari dua orang. Anggota sudah kami turunkan untuk melakukan pencarian,” tegasnya.
Ia melanjutkan, saat ini masih melakukan penyelidikan terkait pelaku yang melakukan dugaan pembunuhan terhadap korban berinisial M.
"Untuk yang melakukan ini masih kami kantongi nama-namanya. Saat ini untuk jajaran anggota operasional masih kami kantongi nama-namanya," lanjutnya.
Selain itu, motif asmara diduga ada di dalamnya. Polisi menerima informasi adanya dugaan konflik akibat penghianatan dalam hubungan pribadi, meski masih didalami lebih lanjut.
"Kabar yang kami dengar ada kaitan asmara, tapi itu masih kami dalami," jelasnya.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian diperkirakan saat pagi, antara pukul 05.00 hingga 07.00 WIB. Polisi masih menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memastikan kronologi kejadian.
“Ada beberapa CCTV yang sudah kami lihat, tapi masih perlu pendalaman untuk memastikan waktunya,” katanya.
Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk dilakukan autopsi. Sementara polisi baru mengamankan barang bukti berupa pakaian dan sepatu milik korban. (*)
