KETIK, SURABAYA – Meski dikenal sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia, geliat ekonomi kreatif di Surabaya mulai menunjukkan tanda-tanda kelesuan pada pertengahan tahun 2025.
Sejumlah pelaku usaha di sektor kreatif mengeluhkan penurunan omzet yang cukup signifikan, terutama setelah momen Lebaran dan libur panjang nasional.
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Enny Minarsih, mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk lebih serius mengembangkan sektor ekonomi kreatif (ekraf) melalui penguatan infrastruktur digital dan pendampingan inovatif. Menurutnya, transformasi digital yang terjadi saat ini harus diikuti dengan kebijakan ekonomi yang adaptif.
"Ekonomi harus mengikuti perkembangan situasi dan kondisi. Saat ini kita berada di era transformasi digital, maka infrastruktur digital harus jadi prioritas utama," ucap Enny saat dihubungi, Rabu 30 Juli 2025.
Enny menjelaskan bahwa penguatan infrastruktur digital seperti akses internet yang merata dan berkualitas menjadi landasan penting dalam membangun ekosistem kreatif. Namun, menurutnya, tidak cukup hanya infrastruktur; pelaku ekraf juga harus mendapatkan dukungan berupa pendampingan, salah satunya melalui inkubator bisnis.
"Para pelaku ekonomi kreatif tidak hanya perlu fasilitas, tetapi juga pendampingan. Inkubator bisnis perlu tetap dijalankan dan dikawal serius agar ide dan potensi mereka bisa berkembang," tamba Politisi PKS ini.
Sebagai anggota Komisi B yang bermitra dengan Dinas Koperasi dan UMKM, Enny juga menyoroti pentingnya pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam rangka mendorong kreativitas masyarakat.
"Pelatihan-pelatihan dari dinas terkait itu sangat penting untuk menggugah daya kreatif masyarakat. Karena itu kami terus mendorong agar pelatihan semacam ini ditingkatkan dan dijangkau lebih luas," ungkapnya.
Meski tren ekonomi kreatif di Surabaya mulai menunjukkan arah yang produktif, Enny menilai geliatnya masih kurang menggeliat. Ia berharap, Peraturan Daerah (Perda) Ekonomi Kreatif yang baru disahkan bisa menjadi pendorong bagi leading sector terkait untuk lebih proaktif.
"Perda ekraf yang baru saja diketok ini mudah-mudahan jadi pemicu agar pengembangan ekonomi kreatif lebih terarah dan masif. Kami berharap dinas terkait bisa bekerja sama hingga tingkat kecamatan, karena tiap kecamatan punya potensi kreatif yang berbeda," pungkasnya. (*)
Enny Minarsih: Ekraf Butuh Akses Internet, Pendampingan dan Pelatihan Merata
30 Juli 2025 20:40 30 Jul 2025 20:40
Shinta Miranda, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Enny Minarsih. (Foto: Shinta Miranda/Ketik)
Tags:
Ekraf Surabaya Enny Minarsih Komisi B DPRD Surabaya Ekraf Ekonomi kreatif DPRD Surabaya PKSBaca Juga:
Merayakan Harmoni di Titik Nol, Plt. Bupati Tulungagung Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi KreatifBaca Juga:
SWI Jajaki Kerja Sama dengan BAZNAS RI, Dorong Sinergi Program Zakat dan Sosial NasionalBaca Juga:
DPRD Surabaya Sarankan Tutup Titik Parkir Tak Berlakukan Sistem DigitalisasiBaca Juga:
DPRD Surabaya Usulkan Peremajaan Armada Sampah Ramah LingkunganBaca Juga:
DPRD Surabaya Kawal Program Dandan Kampung, Dorong Partisipasi WargaBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
27 Oktober 2025 16:00
[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!
Trending
Warga Kota Malang Luput Perhatian Pemerintah, Rumah Tak Layak Huni tapi Masuk Desil 6
Dituntut Rp20 M soal Lahan Wisata Goa Gong, Pemkab Pacitan Siap Buka Ruang Dialog
Perjuangan Orang Tua Dampingi Anak UTBK di Universitas Brawijaya, Tanpa Bimbel Andalkan Doa dan Semangat
Marak Rokok Ilegal, Ratusan Tenaga Magang di Pabrik Sampoerna Pacitan Tak Dilanjutkan
