KETIK, SURABAYA – Di tengah dinginnya kabut yang menyelimuti Jembatan Cangar Mojokerto, aksi seorang pemuda bernama Fandi Alfian seolah menjadi setitik harapan bagi siapapun yang merasa putus asa akibat masalah di dunia.
Dengan gagah, ia memasang spanduk dengan bertuliskan “Ojo Bunuh Diri! Lelaki Boleh Bercerita”. Ini seperti diposting di akun istagramnya, @Fandyalfian96 pada Senin, 27 April 2026 pukul 09.00 WIB.
Ia memasang spanduk tersebut sebagai bagian dari kepedulian dan keprihatinan terhadap maraknya aksi bunuh diri di jembatan yang berlokasi di kawasan Pacet tersebut. Di jembatan yang sering kali dianggap sebagai titik terakhir itu, Fandy justru memasang spanduk bagi jiwa-jiwa yang hampir menyerah pada sunyi.
Fandi Alfian, seorang pria berdedikasi, merasa perhatian dengan tingginya angka kasus bunuh diri, terutama di kalangan pria yang sering kali enggan mengungkapkan perasaannya karena stigma sosial. Oleh karena itu ia berkomitmen untuk memasang spanduk tersebut sebagai nasehati kepada pria lain.
“Saya ingin menunjukan bahwa bercerita itu bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan untuk menyembuhkan diri,” ujarnya.
Selain menawarkan empati, kehadiran kopi hangat di lokasi tersebut menjadi cara Fandi Alfian menghadirkan rasa nyaman bagi sesama. Melalui inisitif dan jaminan terjaga privasinya ini, ia berupaya membangun ruang diskusi yang inklusif agar mereka yang tengah terhimpit masalah dapat berbicara dengan tenang tanpa khawatir akan citra negatif.
Aksi Fandi Alfian ini pun viral di media sosial, memicu diskusi hangat mengenai pentingnya kesehatan mental bagi pria.
Ada beberapa netizen @ameliasbak yang berkomentar memuji aksi pria tersebut. “Jangan bosan berbuat baik ya mas, sampean wong apik nolong uwong sek do depresi, @puputaja983.
”Intinya sabar jangan mendahului thakdir Allah tidak suka,” tambah dalam komentarnya. (*)
