KETIK, SURABAYA – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya pada Sabtu, 9 Mei 2026 telah memberangkatkan sebanyak 25.038 Jemaah Calon Haji (JCH) ke Tanah Suci atau sudah mencapai 57 persen.
Selain itu, dalam pelaksanaan operasional, tercatat 99 mutasi keluar yang mempengaruhi komposisi manifes keberangkatan jemaah.
Mutasi keluar tersebut terdiri atas 1 jemaah sakit di daerah, 17 jemaah sakit di Rumah Sakit Haji, 1 jemaah dengan kondisi hamil, 9 pendamping jemaah, 1 jemaah wafat di daerah, 25 jemaah tunda keberangkatan dari daerah, 24 kursi kosong karena praman kosong, 2 perpindahan nomor urut, serta 19 perpindahan kloter.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menjelaskan bahwa mutasi keluar merupakan bagian dari dinamika operasional pemberangkatan yang terus dimonitor secara ketat agar tidak mengganggu kelancaran pelayanan.
“Mutasi keluar umumnya disebabkan faktor kesehatan jemaah, penundaan keberangkatan, perpindahan kloter, hingga pendamping yang harus menyesuaikan kondisi jemaah yang didampingi. Semua proses dilakukan berdasarkan prosedur dan pertimbangan keselamatan jemaah,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari total 99 mutasi keluar, sebanyak 57 kursi berhasil diisi kembali melalui mekanisme mutasi masuk yang terdiri atas 19 jemaah dari daftar belum berkloter dan 38 jemaah dari kloter lain yang dialihkan untuk mengisi kekosongan kursi. Dengan demikian, sisa kursi kosong (open seat) dapat ditekan menjadi 42 kursi.
“PPIH terus mengoptimalkan skema pengisian kursi kosong agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan pemberangkatan jemaah berjalan efektif,” tambah Mohammad As’adul Anam.
PPIH Embarkasi Surabaya juga menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat tiga jemaah haji asal Embarkasi Surabaya yang wafat di Arab Saudi, yaitu:
1. Kamariyah Dul Tayib, Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan;
2. Abd Wachid, Kloter 7 asal Kabupaten Pasuruan;
3. Fajar Puja Sasmita, Kloter 11 asal Kota Malang.
Menurut laporan petugas kesehatan, seluruh jemaah telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur dan telah dimakamkan sesuai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi. PPIH Embarkasi Surabaya juga terus berkoordinasi dengan keluarga di daerah asal masing-masing.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para jemaah di Tanah Suci. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Mohammad As’adul Anam. (*)
