Hari Kelima Operasional, 4.940 Jemaah Haji Berangkat dari Embarkasi Surabaya

25 April 2026 16:46 25 Apr 2026 16:46

Dina Elwarda, Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hari Kelima Operasional, 4.940 Jemaah Haji Berangkat dari Embarkasi Surabaya

Sejumlah jemaah haji saat menaiki bus yang akan mengantarkannya ke Bandara Juanda untuk selanjutnya terbang le Tamah Suci pada Sabtu, 25 April 2026. (Foto: Fitra Herdian/ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M melalui Embarkasi Surabaya memasuki hari kelima. Hingga saat ini, sebanyak 13 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dengan total 4.940 jemaah haji.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Moh. As’adul Anam, menyampaikan bahwa proses pemberangkatan berjalan lancar dan kloter berikutnya segera menyusul.

“Alhamdulillah memasuki hari ke-5, ini sudah ada 13 kloter yang diberangkatkan. Insyaallah sebentar lagi kloter 14 menyusul, sehingga yang sudah keluar dari asrama haji sejumlah 4.940 jemaah,” ujar Ketua PPIH pada Sabtu, 25 April 2026.

Meski demikian, terdapat dua jemaah yang belum dapat diberangkatkan karena kondisi kesehatan. Jemaah yang sakit berasal dari kloter 13 dan 6. Ada yang dirawat di rumah sakit, sementara lainnya tidak dapat masuk asrama haji sejak awal karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Terkait kemungkinan keberangkatan susulan, Anam menegaskan bahwa hal tersebut bergantung pada hasil pemeriksaan medis.

“Kita tidak bisa memastikan keberangkatan, karena harus mendapatkan izin kelayakan terbang dari dokter,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa pergantian jadwal penerbangan memiliki batas waktu tertentu, yakni maksimal H-1 atau 24 jam sebelum keberangkatan. Jika melewati batas tersebut, maka pergantian tidak dapat dilakukan.

Sementara itu, kondisi cuaca di Arab Saudi dilaporkan masih relatif bersahabat dan belum memasuki puncak musim panas ekstrem. Meski demikian, jemaah tetap diminta menjaga kesehatan karena perbedaan iklim yang cukup signifikan antara Indonesia dan Arab Saudi.

“Jemaah diminta memakai masker untuk membantu melembabkan udara yang masuk, agar tidak mudah batuk,” pesannya.

Dari sisi layanan, penerapan sistem fast track kini semakin memudahkan proses mobilitas jemaah. Setelah sempat mengalami penyesuaian di awal, proses kini berjalan lebih cepat tanpa mengganggu jadwal penerbangan.

“Sekarang sudah menggunakan tap, jadi mobilitas lebih mudah. Awalnya memang ada penyesuaian, tapi tidak sampai mengganggu jadwal penerbangan. Sekarang prosesnya bisa lebih cepat, bahkan hanya sekitar satu jam,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags: