Founder Al Yasmin Semarakkan Harlah Ke-80 Muslimat NU di Hong Kong

18 Mei 2026 20:12 18 Mei 2026 20:12

Rahmad Gatut M., Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Founder Al Yasmin Semarakkan Harlah Ke-80 Muslimat NU di Hong Kong

Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya, Hj Nur Cita Qomariya (kanan), bersama kaum Muslimat NU Hong Kong dan Macau dalam peringatan Harlah Ke-80 Muslimat NU, Sabtu 17 Mei 2026. (Foto Humas Al Yasmin)

KETIK, SURABAYA – Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya, Hj Nur Cita Qomariya, bersama Pengasuh Pesantren Islahiyyah Pasuruan Hj Ucik Nurul Hidayati menghadiri dan memeriahkan Harlah Ke-80 Muslimat NU yang digelar PCI Muslimat NU Hong Kong dan Macau, Sabtu 17 Mei 2026.

Ketua PCI Muslimat NU Hong Kong dan Macau, Hj Fatimah Angelia, menyebut peringatan Harlah berlangsung penuh semangat kebersamaan dan gotong royong para anggota Muslimat NU di luar negeri.

“Alhamdulillah, Harlah Ke-80 Muslimat NU di PCI Hong Kong dan Macau sangat luar biasa. Kami bahagia sekali dengan kerja sama dan gotong royong dari ibu-ibu tangguh,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Senin.

Dalam Tabligh Akbar tersebut, Hj Nur Cita Qomariya mengajak jamaah untuk terus bersyukur dan menjalani hidup dengan bahagia. Dosen Fakultas Dakwah UINSA Surabaya itu juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara doa, usaha, ikhlas dan tawakal.

“Jadilah perempuan yang bahagia, mampu mensyukuri hari ini, tidak terlalu menyesali masa lalu dan tidak terlalu mengkhawatirkan masa depan. Jadilah Muslimat yang ber-DUIT, yakni Doa, Usaha, Ikhlas dan Tawakkal,” katanya.

Peringatan Harlah Ke-80 Muslimat NU di Hong Kong dan Macau berlangsung bersamaan dengan acara puncak Harlah Muslimat NU di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya yang dihadiri Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa serta Ketua Umum PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menilai keberadaan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU di berbagai negara menjadi kekuatan penting dalam menyebarkan nilai ahlussunnah wal jamaah melalui tradisi sholawatan, istighosah dan manakiban.

Sementara itu, Arifatul Choiri Fauzi mengatakan usia 80 tahun menjadi momentum kedewasaan organisasi sekaligus tantangan untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital di lingkungan Muslimat NU.

Pada peringatan tersebut juga dibacakan surat pernyataan dan imbauan perdamaian dunia kepada PBB dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai bentuk dukungan Muslimat NU terhadap terciptanya perdamaian global.(*)

Tombol Google News

Tags:

muslimat nu Harlah Muslimat NU hong kong nu nahdlatul ulama pesantren Al yasmin Tabligh Akbar