Cerita Chef Hotel di Surabaya yang Buka Usaha Nasgor Pakai Nama Unik

18 April 2026 18:25 18 Apr 2026 18:25

Muhammad Fajar H. A., Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Cerita Chef Hotel di Surabaya yang Buka Usaha Nasgor Pakai Nama Unik

Daftar menu di Nasi Goreng UGD+ di Jl. Ketintang Baru 2A no. 6 Ketintang, Surabaya, Sabtu, 18 April 2026. (Foto: Muhammad Fajar Hasan/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Nasi goreng menjadi kuliner yang mudah ditemui di berbagai sudut Kota Surabaya, terutama saat malam hari.

Di kawasan Ketintang, ada satu lapak yang mencuri perhatian karena namanya yang unik, yakni Nasi Goreng UGD+.

Warung tersebut berlokasi di Jalan Ketintang Baru 2A Nomor 6, tak jauh dari Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang dan Royal Plaza.

Lapak ini buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga 02.00 WIB dini hari, menjadi salah satu pilihan kuliner malam favorit di Surabaya Selatan.

Nama UGD+ kerap disalahartikan oleh pelanggan.

Tak sedikit yang mengira berkaitan dengan Unit Gawat Darurat, sehingga muncul candaan bahwa pembelinya adalah “orang sakit” yang butuh pertolongan lewat sepiring nasi goreng.

Foto tampak depan nasgor milik Bowo (41) saat malam hari (Foto: Muhammad Fajar Hasan/Ketik.com) Tampak depan lapak Nasgor milik Bowo (41) saat malam hari. (Foto: Muhammad Fajar Hasan/Ketik.com)

Pemiliknya, Mas Bowo (41), mengaku penamaan tersebut melalui proses panjang.

Ia membutuhkan waktu berhari-hari untuk menemukan nama yang pas sekaligus memiliki makna.

“Pirang-pirang dino le golek jeneng (berhari-hari nyari namanya itu),” ujarnya saat ditemui Ketik.com, Sabtu, 18 April 2026.

Di balik nama itu, tersimpan filosofi sederhana. UGD+ merupakan singkatan dari Usaha Golek Duit, sedangkan tanda plus berarti tambahan.

Nama tersebut menggambarkan perjuangannya mencari penghasilan tambahan di sela pekerjaan utamanya sebagai chef di hotel.

“Pulang dari hotel langsung jualan. Nyambi, nyari tambahan (penghasilan),” katanya.

Usaha yang dirintis sejak 2018 itu tidak lepas dari tantangan.

Mas Bowo mengaku sudah dua kali berpindah lokasi.

Ujian terberat datang saat pandemi Covid-19, ketika ia memutuskan keluar dari pekerjaannya di hotel setelah 10 tahun mengabdi demi fokus berjualan nasi goreng.

Foto Mas Bowo sedang memasak pesanan pelanggan. tanggal 18 April 2026 di Jl. Ketintang Baru 2A no. 6 Ketintang, Surabaya. (foto: Muhammad Fajar Hasan/ketik.com)Mas Bowo sedang memasak pesanan pelanggan. tanggal 18 April 2026 di Jl. Ketintang Baru 2A no. 6 Ketintang, Surabaya. (Foto: Muhammad Fajar Hasan/Ketik.com)

Menu yang ditawarkan cukup beragam dengan harga terjangkau.

Nasi goreng ayam sosis, nasi goreng ikan asin, nasi goreng jawa, nasi goreng kare ayam, mie goreng, dan bihun goreng dibanderol sekitar Rp13 ribu.

Sementara nasi goreng hongkong dan kwetiau Rp14 ribu, nasi goreng seafood Rp16 ribu, capjay Rp20 ribu, serta nasi capjay Rp23 ribu.

“Biasanya orang beli nasgor ayam sosis,” ungkapnya soal menu favorit pelanggan.(*)

Tombol Google News

Tags:

#NasiGoreng #NasgorMerah #jawatimur #NasiGorengKetintang Mas Bowo Nasi Goreng UGD Kuliner Surabaya Ketintang Surabaya Universitas Negeri Surabaya Royal Plaza Surabaya Info Surabaya Berita Surabaya