KETIK, SURABAYA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan sedang berbahagia. Di usianya yang saat ini menginjak 80 tahun, ia dikaruniai seorang cucu putra dari anaknya, Paulus.
Dalam postingan di akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan pada Sabtu, 11 April 2026, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu mengisahkan rasa syukur dan kebahagiaannya.
“Bayangkan, di usia yang hampir menginjak 80 tahun, Ia masih memberi saya kesempatan lagi untuk menimang cucu, putra dari anak kami Paulus,” ujarnya.
LBP, sapaan akrabnya, mengaku akhir pekan ini beserta istri menuju Kota Surabaya untuk menemui cucu ke delapannya yang lahir dengan bobot hampir 4 kilogram.
“Sambil memandangi bayi lelaki yang sedang terlelap di ranjangngnya itu, saya menyadari satu hal, terlalu banyak berkat Tuhan yang tak terhitung bagi keluarga kami,” ucap Opung, begitu ia biasa dipanggil.
Pada kesempatan tersebut, LBP juga memberi hadiah nama untuk cucunya, yaitu Tio Marhite Asi Pandjaitan. Yang artinya, Tio adalah jernih atau bersih. Lalu, Marhite Asi bermakna kehadirannya karena kasih karunia Tuhan Yang Maha Esa.
“Dari beberapa usulan nama yang diberikan dari Opung dan Opung Boru, orang tuanya bersepakat memberikan nama Tio Marhite Asi Pandjaitan. Doa kami sebagai orang tua, agar Tio kelak tumbuh dengan hati jernih dan jujur. Karena bagi orang Batak, kejujuran adalah jalan menuju keberhasilan,” tuturnya.
LBP juga mengaku selalu menyampaikan kepada anak cucu bahwa tugas utamanya adalah menjadi pasu-pasu (saluran berkat). Berkat Tuhan, kata da, sebaiknya jangan dinikmati sendiri, tetapi harus dialirkan sebanyak-banyaknya untuk sesama.
Selain itu, ia mengimbau bahwa hidup harus memberikan manfaat nyata, bukan sekadar menjalankan dogma yang tertulis di Alkitab.
“Selamat datang ke dunia, Tio, cucu Opung. Perkembangan teknologi dan pengetahuan boleh jadi akan menantangmu, tetapi jangan pernah lupa tugas utama kita untuk menjadi saluran berkat untuk sesama. Milikilah karakter baik, penuh welas asih serta hati yang jernih, seperti harapan yang kami titipkan lewat namamu,” terangnya.
Sementara itu, LBP juga mengatakan bahwa momen terasa semakin istimewa karena datang bersamaan dengan kabar membanggakan tentang 59 siswa SMA Unggul DEL yang lolos ke perguruan tinggi luar negeri. Jumlah ini meningkat pesat dari 31 orang yang lolos di tahun lalu.
“Bagi saya, ini bukan kebetulan semata, melainkan “asi-asi” (kasih karunia) Tuhan yang luar biasa,” tambah LBP. (*)
