50 Ribu Muslimat NU Jabar Gaungkan Perdamaian Dunia, Gubernur Khofifah Pimpin Seruan damai ke PBB

19 April 2026 11:44 19 Apr 2026 11:44

Fariha Al J., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail 50 Ribu Muslimat NU Jabar Gaungkan Perdamaian Dunia, Gubernur Khofifah Pimpin Seruan damai ke PBB

50 ribu Muslimat NU Jabar mengikuti Harlah ke-80 di Masjid Al Jabbar pada Sabtu 18, April 2026 yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa, sekaligus mendeklarasikan seruan ke PBB untuk menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian dunia. (Foto: Biro Adpim Setdarov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, memimpin Halal Bihalal dan peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU di Masjid Al Jabbar, pada Sabtu, 18 April 2026. 

Dalam momentum tersebut, puluhan ribu Muslimat NU Jawa Barat mendeklarasikan seruan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian dunia.

Kegiatan dihadiri ribuan pengurus dan anggota Muslimat NU dari berbagai daerah di Jawa Barat. Suasana berlangsung khusyuk melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an, sholawat Nabi, serta tausiyah dari para tokoh agama.

Momen penting ditandai dengan pembacaan deklarasi PW Muslimat NU Jawa Barat yang berisi sembilan himbauan kepada PBB. Seruan tersebut menegaskan komitmen moral Muslimat NU terhadap kemanusiaan global, khususnya dalam mendorong penghentian konflik bersenjata dan terciptanya perdamaian dunia.

"Surat yang dibacakan ini adalah seruan kita kepada dunia, kepada PBB bahwa dunia agar berkomitmen untuk menghentikan perang serta mewujudkan perdamaian," ucapnya tegas.

Sembilan poin himbauan tersebut meliputi penghentian konflik bersenjata, penguatan diplomasi damai, perlindungan warga sipil terutama kelompok rentan, hingga perlindungan tenaga medis, fasilitas kesehatan, insan pendidikan, dan jurnalis.

Selain itu, ditekankan pentingnya akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, penegakan hukum internasional dan HAM, peningkatan peran perempuan dalam proses perdamaian, serta program rehabilitasi dan rekonstruksi pascakonflik.

Khofifah menegaskan, peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan di berbagai sektor, termasuk dalam diplomasi kemanusiaan di tingkat global. Ia menyebut kekuatan Muslimat NU yang didukung 136 disiplin ilmu dalam asosiasi profesor menjadi modal besar untuk memberikan kontribusi nyata.

Deklarasi ini juga menunjukkan bahwa Muslimat NU tidak hanya fokus pada isu domestik, tetapi responsif terhadap persoalan global yang mendesak.

"Untuk itu Muslimat NU akan mengirimkan surat ini secara kolektif ke PBB. Ini suratnya akan dikirimkan secara online bersama koordinasi dengan organisasi perempuan lainnya," lanjut Khofifah.

Selain isu kemanusiaan, momentum Harlah juga dimanfaatkan untuk penguatan ekonomi anggota. Melalui kolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia, diperkuat program pemberdayaan seperti perencanaan haji dan umrah serta layanan cicilan emas.

"Kehadiran BSI ini diharapkan bisa menjadi bagian yang penting untuk membangun kemandirian di bidang ekonomi bagi ibu-ibu Muslimat NU di manapun," harap Khofifah.

Di akhir acara, Khofifah menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar anggota Muslimat NU yang telah memberikan dukungan, sehingga puluhan ribu jemaah dapat hadir. Dukungan keluarga disebut sebagai fondasi utama pengabdian perempuan dalam organisasi dan masyarakat.

"Terima kasih atas kerawuhan seluruh Muslimat NU dari berbagai daerah yang sudah sangat luar biasa. Mudah-mudahan seluruh energi yang kita dedikasikan untuk NU, Muslimat dan bangsa negara semua akan menjadi bagian pembuka pintu kita menuju surganya Allah SWT," pungkasnya.

Turut hadir Mustasyar PBNU Said Aqil Siroj, Dewan Pertimbangan PP Muslimat NU Hj. Farida Sholahuddin Wahid, jajaran Dewan Pembina PP Muslimat NU, pengurus PW Muslimat NU Jawa Barat, serta PC Muslimat NU se-Jawa Barat. (*)

Tombol Google News

Tags:

##50RibuMuslimat ##muslimatJabar ##gubenurKhofifah ##perdamaianDunia ##seruanDamai ##infoBerita ##harlahKe80