Plt Kepala Kantah Sleman Andi Reza dan Ujian Bersih-Bersih Pascademo BPN Sleman

13 Juni 2026 12:40 13 Jun 2026 12:40

Fajar Rianto, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Plt Kepala Kantah Sleman Andi Reza dan Ujian Bersih-Bersih Pascademo BPN Sleman

Plt Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Sleman, Andi Reza Fitrian Eru Setiawan, bersiap mengemban tugas. Penunjukan ini diharapkan mampu mengakselerasi pelayanan publik dan mengurai antrean berkas permohonan tanah pasca tuntutan elemen masyarakat di daerah tersebut. (Foto: Ist for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Tensi tinggi yang menyelimuti Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Sleman akhirnya mencapai titik kulminasi. Selang sehari setelah aksi unjuk rasa dari Paguyuban Staf Notaris, PPAT, dan freelance selesai digelar di halaman kantor BPN Sleman, Jakarta langsung mengambil keputusan tegas.

Kamis, 11 Juni 2026 Imam Nawawi di alih tugaskan dari jabatannya selaku Kepala Kantah Sleman oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI Nusron Wahid.

Keputusan ini di ambil usai Menteri Nusron memanggil Imam Nawawi pada hari Rabu 10 Juni 2026 usai demo, menyusul permohonan alih jabatan fungsional (JF) yang sebenarnya sudah diajukan oleh Imam sejak Februari 2026.

Surat Keputusan (SK) penunjukannya sebagai Pejabat Fungsional Madya turun, ia kini resmi ditarik tugas di Jakarta. Kebijakan ini sekaligus menjadi jawaban atas tuntutan evaluasi kinerja kepemimpinan di Sleman yang belakangan jadi sorotan publik.

Sebagai pengganti, di tunjuklah Andi Reza Fitrian Eru Setiawan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantah Sleman. Langkah ini menjadi babak baru bagi pembenahan kinerja birokrasi pertanahan di Sleman yang tengah diuji oleh tingginya ekspektasi publik.

Sosok Andi Reza

Menelisik rekam jejaknya, Andi Reza bukanlah orang baru di lingkungan agraria Daerah Istimewa Yogyakarta. Memulai pengabdiannya sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2006, ia adalah tipe aparatur yang tumbuh dari bawah, berpindah dari satu seksi teknis ke seksi teknis lainnya.

Latar belakang akademiknya linier dan kuat di bidang hukum. Ia menyelesaikan gelar Sarjana (S1) Ilmu Hukum di Universitas Widya Mataram Yogyakarta, sebelum kemudian memperdalam spesifikasinya lewat magister (S2) Ilmu Hukum di Universitas Islam Indonesia (UII). Kombinasi teori hukum dan praktik lapangan ini membentuknya menjadi figur yang dikenal detail dalam urusan regulasi pertanahan.

Sepanjang kariernya, Andi Reza kenyang dengan pengalaman komprehensif di wilayah DIY, khususnya di Kabupaten Kulon Progo. Ia berturut-turut memimpin Seksi Penataan dan Pemberdayaan (2020), Seksi Survei dan Pemetaan (2021), hingga Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa (2022).

Ketajamannya dalam manajemen organisasi membuatnya sempat dipercaya keluar Jawa untuk memimpin Kantor Pertanahan Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah pada 2025, sebelum akhirnya ditarik kembali ke Yogyakarta pada awal 2026 sebagai Kabag Tata Usaha Kanwil BPN DIY. Jabatan struktural terakhir inilah yang kini ia rangkap demi "menjinakkan" gejolak di Sleman.

Foto Di hari pertama dinasnya, Plt Kantah Sleman, Andi Reza Fitrian Eru Setiawan, (nomer 2 dari kiri), langsung menerima kedatangan aktivis anti-korupsi JCW, Baharuddin Kamba (lurik), di selasar Kantor BPN Sleman. Momen ini menjadi sinyal awal keterbukaan kepemimpinan baru dalam menampung aspirasi, data, dan kritik konstruktif demi membenahi kualitas layanan serta integritas birokrasi. (Foto: Fajar/Ketik.com)Di hari pertama dinasnya, Plt Kantah Sleman, Andi Reza Fitrian Eru Setiawan, (nomer 2 dari kiri), langsung menerima kedatangan aktivis anti-korupsi JCW, Baharuddin Kamba (lurik), di selasar Kantor BPN Sleman. Momen ini menjadi sinyal awal keterbukaan kepemimpinan baru dalam menampung aspirasi, data, dan kritik konstruktif demi membenahi kualitas layanan serta integritas birokrasi. (Foto: Fajar/Ketik.com)

Strategi Pembenahan

Ditemui pada hari pertama kerjanya, Jumat, 12 Juni 2026, Andi Reza  tidak menampik adanya beban berat yang ada di pundaknya. Fokus utamanya saat ini adalah melakukan akselerasi pelayanan publik dan memulihkan kepercayaan masyarakat termasuk merangkul kembali para staf notaris, PPAT, dan pekerja lepas (freelance) yang sebelumnya memprotes kinerja pimpinan lama.

"Mudah-mudahan kedatangan saya di sini membawa arus yang positif, menghindari hal negatif, di mana saya diberi tanggung jawab untuk memperbaiki layanan di BPN Sleman," ucap Andi Reza di sela memantau rencana aksi tunggal (teatrikal) aktifis JCW Baharuddin Kamba di selasar Kantor BPN Sleman.

"Mohon dukungan rekan-rekan media, wartawan, bersama teman-teman kemarin ada freelance PPAT, notaris, dan masyarakat pada umumnya." imbuhnya kemudian.

Menyadari adanya tumpukan pekerjaan yang belum selesai (backlog), Andi langsung menyusun langkah taktis jangka pendek. Ia menegaskan akan memaksimalkan struktur organisasi yang ada terlebih dahulu dan menerapkan sistem kerja lembur (overtime) demi mengurai antrean berkas permohonan tanah warga yang sempat tersendat.

"Apa yang bisa kita lakukan sekarang dengan struktur yang ada, itu yang kita maksimalkan dulu. Nanti bisa ada lembur yang diakomodasi negara, atau penambahan bantuan kerja operasional," jelas Andi Reza.

Langkah Andi Reza di Sleman sedikit mendapat angin segar. Pemerintah Kabupaten Sleman ikut turun tangan membantu mengurai kemacetan birokrasi ini dengan memperbantukan 10 personel Sumber Daya Manusia (SDM) ke Kantah Sleman.

Andi mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut dan menyatakan akan segera melakukan evaluasi agar penempatan bantuan personel ini tepat saran dan langsung berdampak pada percepatan layanan masyarakat. Ia mengapresiasi tinggi dukungan Pemkab Sleman yang dinilainya sangat berkomitmen menyokong peningkatan kualitas layanan pertanahan.

Komitmen "Bersih-Bersih"

Salah satu pekerjaan rumah terbesar Andi Reza adalah membersihkan stigma negatif terkait isu pungutan liar (pungli) yang sempat mencuat, di tengah kemarahan para pelaku jasa pertanahan di Sleman yang demo mempertanyakan soal lambanya pelayanan. Menanggapi hal ini, ia menegaskan komitmennya untuk melakukan penataan pegawai secara ketat.

"Praktik-praktik ini dihindari karena merugikan masyarakat secara langsung," kata Andi.

Isu pungli tersebut dipastikan akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan serius dalam melakukan penataan maupun mutasi pegawai ke depan apabila ada oknum internal yang terbukti melakukan pelanggaran.

Andi Reza juga merespons dengan terbuka terkait dinamika kritik eksternal, termasuk aksi-aksi protes teatrikal masyarakat yang sempat mewarnai gejolak di BPN Sleman belakangan ini. Alih-alih antikritik, mantan Kepala Kantah Morowali Utara ini justru menganggap kebebasan berpendapat sebagai hal yang wajar, sepanjang dilakukan dengan damai.

"Harapan saya, karena saya juga baru, mudah-mudahan berkenan diberikan waktu," pintanya.
Ia meyakini data dan informasi yang disampaikan masyarakat pada prinsipnya bertujuan baik untuk membangun kinerja BPN Sleman yang lebih sehat ke depan.

Kini, publik berharap pada tangan dingin Andi Reza untuk meredam gejolak pasca-demo dan membawa Kantah Sleman keluar dari zona merah sorotan negatif. Beberapa bulan ke depan akan menjadi waktu pembuktian dan evaluasi nyata baginya. (*)

Tombol Google News

Tags:

nusron wahid Menteri ATR/BPN Bpn Sleman Andi Reza Plt Kantah Sleman Demo Bpn Sleman Kementerian ATR/ BPN Ppat Sleman Notaris Sleman Imam Nawawi Pemkab Sleman