KETIK, SITUBONDO – Komando Distrik Militer (Kodim) 0823/Situbondo berencana membangun dua satuan baru di kawasan hutan produksi milik Perhutani yang berada di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo. Dua satuan tersebut meliputi Brigade Teritorial Pembangunan (Brigif TP) dan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP).
Komandan Kodim 0823/Situbondo, Letkol Inf Ferry Ardian, mengatakan pembangunan kedua satuan tersebut akan memanfaatkan lahan seluas lebih dari 110 hektare. Namun, pelaksanaan proyek masih menunggu terbitnya Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dari Kementerian Kehutanan.
“Luasan lahan untuk pembangunan Brigif TP seluas 38,92 hektar dan Batalyon TP seluas 72,03 hektar. Luas total pembangunan 110,95 hektar. Saat ini belum ada proses kerja, karena sedang menunggu penerbitan PPKH dari Kementerian Kehutanan,” jelas Letkol Ferry, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, struktur organisasi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan akan mengadopsi konsep Batalyon Infanteri Plus dengan total sembilan kompi. Satuan tersebut terdiri atas tiga kompi senapan, satu kompi bantuan, satu kompi markas, serta empat kompi tambahan yang memiliki fungsi khusus.
“Plusnya ini adalah kompi pertanian, kompi peternakan, kompi kontruksi dan kompi kesehatan,” ujar Letkol Ferry.
Menurutnya, keberadaan satuan teritorial pembangunan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar.
Dandim Situbondo menambahkan, Pangdam V/Brawijaya dalam kunjungannya juga menekankan pentingnya menjaga hak-hak masyarakat yang selama ini mengelola kawasan hutan produksi bersama Perhutani, termasuk Kelompok Tani Hutan Agung Hijau Bersama.
Karena itu, Kodim 0823/Situbondo berkomitmen mencari solusi terbaik agar pembangunan dapat berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat yang selama ini memanfaatkan kawasan tersebut.
“Intinya Bapak Panglima menekankan bahwa kehadiran Brigade Teroterila Pembangunan maupun Yonif Teritorial Pembangunan (BTP YTP) membantu dan peningkatkan perekonomian, keamanan dan kenyamanan masyarakat. Bukan hadir untuk merepotkan masyarakat sekitar,” tegas Letkol Ferry.
Untuk tahap awal, TNI akan memprioritaskan pembangunan fasilitas Batalyon Teritorial Pembangunan. Sejumlah sarana yang akan dibangun meliputi empat barak prajurit, satu dapur, satu garasi alat berat, serta pembangunan akses jalan menuju lokasi proyek.
“Yang akan di bangun 4 barak prajurit, 1 dapur, 1 garasi alat berat dan pengerasan jalan sepanjang kurang lebih 650 meter ke arah lokasi pembangunan,” katanya.
Letkol Ferry menegaskan pembangunan akan dimulai setelah izin penggunaan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan diterbitkan. Saat ini, proses perizinan tersebut masih berlangsung di tingkat kementerian.
“Sedangkan terget pekerjaan ini selesai sesuai dengan ketentuan yang telah direncanakan. Informasi yang saya diterima dari ADM bahwa proses PPKH sedang berproses di tingkat kementerian,” pungkasnya. (*)
