KETIK, SITUBONDO – Pemkab Situbondo melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Sosialisasi Pemutakhiran Data Tingkat Kesejahteraan Penduduk (DTKP), Senin 27 April 2026.
Sosialisasi yang berlangsung di Pendopo Rakyat Situbondo di hadiri Bupati Situbondo, Plt sekda, Kepala BPS, camat, kepala desa, Kepala OPD Pemkab Situbondo dan tamu undangan lainnya.
Tujuan sosialisasi pemutakhiran Data Tingkat Kesejahteraan Penduduk (DTKP) ini, sebagai upaya meningkatkan akurasi data perencanaan pembangunan dan kepentingan percepatan penurunan angka kemiskinan daerah.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, Naning Sugiarti, dalam sambutannya mengatakan, bahwa pemutakhiran DTKP sangat penting guna memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional.
"Data yang akurat menjadi dasar utama dalam berbagai program bantuan dan pembangunan pemerintah. Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memahami mekanisme pendataan, verifikasi, dan validasi sehingga tidak ada lagi data masyarakat yang tumpang tindih,” ujar Naning.
Selain itu, sosialisasi juga diberikan pemahaman teknis terkait pendataan serta prosedur pembaruan data secara berkala.
Pemerintah desa diharapkan aktif melakukan pendataan langsung di lapangan agar kondisi riil masyarakat dapat terakomodasi dengan baik.
"Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kualitas data DTKP semakin baik sehingga program pembangunan, perlindungan sosial dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran," pungkas Naning.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, setiap data harus valid dan berkualitas serta mampu menampilkan data yang akurat.
"Data nasional seperti Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bersifat dinamis, sehingga daerah perlu memiliki data mandiri yang diperbarui secara berkala dan berjenjang mulai dari tingkat RT hingga kabupaten," kata Mas Rio.
Mas Rio juga mengatakan masih adanya laporan masyarakat terkait ketidaktepatan sasaran bantuan, di mana warga mampu justru menerima bantuan, sementara warga tidak mampu belum terakomodasi.
"Oleh karena itu, saya berharap DTKP menjadi solusi untuk mengatasi persoalan tersebut dan menjadi ujung tombak dalam perencanaan pembangunan daerah yang lebih adil dan merata," harap Mas Rio.
Adapun, narasumber dalam kegiatan ini, Direktur Forum Masyarakat Sipil Kebumen, Yusuf Murtiono, pencetus UU Desa, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo dan moderator Naning Sugiarti Sekretaris Bapperida. (*)
Tingkatkan Akurasi Data, Bapperida Situbondo Sosialisasikan Pemutakhiran DTKP
27 April 2026 14:47 27 Apr 2026 14:47
Heru Hartanto, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Bupati Situbondo foto bersama dengan peserta Sosialisasi Pemutahiran DTKP, Senin 27 April 2026 (Foto: Heru Hartanto/Ketik.com)
Tags:
Bapperinda Situbondo gelar Sosialisasi Pemutahiran DTKPBaca Juga:
Pelatihan Desain Grafis Disnaker Situbondo Diikuti 20 PesertaBaca Juga:
Peringati Hari Bumi Sedunia, DPC PPP Situbondo Gelar Aksi Tanam PohonBaca Juga:
Simulasi Rutin Pencegahan Kebakaran di Kejari Lebak, Damkar: Sangat PentingBaca Juga:
Pemkab Situbondo Gelar Sarasehan Bersama Kepala BKN RIBaca Juga:
KPK Sosialisasikan Program Antikorupsi 2026 di DPRD Batam, Tekankan Penguatan PengawasanBerita Lainnya oleh Heru Hartanto
27 April 2026 14:47
Tingkatkan Akurasi Data, Bapperida Situbondo Sosialisasikan Pemutakhiran DTKP
27 April 2026 10:47
Peringati Hari Otonomi Daerah 2026, Bupati Situbondo Tegaskan Komitmen Sukseskan Pembangunan Nasional
26 April 2026 09:39
Wabup Situbondo Lepas Peserta Prabu#7 Muotain Bike 2026
25 April 2026 19:13
Ini Kata Camat Asembagus, Ketika Dampingi Ketua Yayasan Kanker Situbondo Salurkan Bantuan
25 April 2026 11:30
Babinsa Koramil 0823/14 Jatibanteng dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan di TPU
24 April 2026 19:05
Turnamen Sepak Bola Kapolres Cup 2026 Semarakkan Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80
Trending
Perjuangan Orang Tua Dampingi Anak UTBK di Universitas Brawijaya, Tanpa Bimbel Andalkan Doa dan Semangat
Warga Kota Malang Luput Perhatian Pemerintah, Rumah Tak Layak Huni tapi Masuk Desil 6
Marak Rokok Ilegal, Ratusan Tenaga Magang di Pabrik Sampoerna Pacitan Tak Dilanjutkan
Warga Jatiroyom Pemalang Geruduk Balai Desa, Tuntut Transparansi dan Mundurnya Perangkat Desa
