KETIK, SIDOARJO – Sejarah terukir lagi. Dalam tekanan situasi krisis, Argentina dengan heroik membanting Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta, Amerika Serikat. Mirip dengan rivalitas dalam Piala Dunia 1986 di Mexico City 40 tahun silam. Skor sama-sama 2:1. Argentina digdaya. Pertandingan seru. Mendebarkan dunia.
Kehebohan rematch Argentina vs Inggris pada Kamis dini hari (16 Juli 2026) itu juga ditonton bareng di belakang Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. Pendukung tim kedua negara duduk menyebar untuk nobar Piala Dunia 2026 itu.
Bupati Subandi bersama Kepala Bank Jatim Cabang Sidoarjo Suyatno serta Dandim 0916/Sidoarjo Letkol Abraham. Ketiganya fans Argentina. Kepala BNNK Sidoarjo Kombespol Gatot Soesanto dan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Suyarno juga berada di jajaran kursi yang sama. Mereka adalah fans Three Lions, Inggris. Penonton lain menyebar di meja-meja belakang.
Mereka berbaur antara pendukung Argentina maupun Inggris dalam nobar Piala Dunia 2026 ini. Menikmati kopi panas, air mineral, dan kacang rebus di meja masing-masing. Namun, tidak semua mengenakan jersey timnas pilihan masing-masing. Kostum itu tersembunyi di balik jaket.
”Ojok rame-rame, aku Inggris,” ungkap salah seorang pejabat Pemkab Sidoarjo, fans berat Inggris.
Rivalitas Lionel Messi, 39 tahun, dan pemain muda Inggris, Jude Bellingham, 23 tahun, menarik perhatian penggemar kedua tim. (Instagram/FGD Sport)
Obrolan mereka berlangsung santai seputar pertandingan. Tenang. Sesekali teriakan memang terdengar saat terjadi insiden. ”Kartu kuning, wasit.” ”Waduh!” ”Weits.” ”Wah, emane, Rek.” Belum ada peluang yang sukses berbuah gol.
Seruan euforia baru meledak saat Inggris berhasil mencetak gol pada menit ke-55. Saat itu, winger The Three Lions Anthony Gordon merobek gawang kiper Tim Tango, Emiliano Martinez. Sepakan kaki kiri Midfielder Barcelona FC tersebut kontan membangkitkan Suyarno dan Gatot Soesanto dari kursi.
Keduanya mengacungkan kedua tangan ke atas. Mereka bergoyang di samping Bupati Subandi dan Suyatno. Tertawa, joget, setengah meledek. Gaya keduanya mengundang tawa para pejabat, sopir, wartawan, maupun penjaga pendopo yang ikut bergabung asyik nobar Piala Dunia 2026 dini hari itu.
”Gol. Gol. Gol.”
”Inggris menang.”
”Kalah iki tim e Abahe (Bupati Subandi,” ucap para penonton di meja-meja belakang.
Gol Gordon itu membuat Bupati Subandi terdiam sejenak. Tangannya memegangi kepala. Para suporter elektronik Tim Inggris yang menemaninya nonton bareng berjingkrak kegirangan setelah tim mereka unggul atas tim bupati. Bupati Subandi hanya bisa tersenyum tipis.
Bupati Subandi mengelus kepala saat Argentina kebobolan oleh gol Gorgon di menit ke-55 dalam semifinal Piala Dunia 2026. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Sunarno, Bagian Protokol dan Dokumentasi Pimpinan, Pemkab Sidoarjo pun menoleh. Tertawa pahit. Dengan wajah galau karena Lionnel Messi Cs ketinggalan, Plt Kabag Protokol Kusdianto yang mengenakan jersey Argetina mondar-mandir. Namun, dia tetap setiap membawakan kopi untuk penonton.
Kepala Dinas Kominfo Eri Sudewo yang duduk bersama Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Cipta Karya Bachruni Aryawan serta Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air M. Mahmud tampak tetap tenang.
Asisten II Bahrul Amig dan Sekretaris Inspektorat Heru Edi Susanto berdiskusi seru tentang jalannya pertandingan. Di belakang para penonton lain, Kepala BPBD Sabinno Mariano dan Kepala Disnaker Dwi Eko Saptono tampak berdiri di kejauhan. Entah mereka mengenakan kostum apa di balik jaket masing-masing.
Suasana riuh menyertai 10, 20, hingga 30 menit sejak Argentina kebobolan pada menit ke-55. Serangan demi serangan masih gagal. Gempuran tendangan, sundulan, maupun operan-operaan panjang selalu dapat digagalkan oleh Jordan Pickford, kiper Inggris.
Tibalah menit-menit nan mendebarkan. Ketika fokus perhatian Captain Harry Kane dkk terkuras untuk mengawal Lionel Messi, pemain berjuluk La Pulga itu mengirim passing bawah yang akurat ke Enzo Fernandez. Umpan cerdik.
Ledakan pun terjadi pada menit ke-85. Shooting kaki kanan Fernandez dari luar kotak penalti menghancurkan sihir ajaib yang melindungi gawang Three Lions hingga menit-menit akhir itu. Lompatan terbang Jordan Pickford tak kuasa menjangkaunya.
Jaring gawang Inggris terkoyak. Tim Tango menari-nari bahagia. Sebaliknya, Sang Singa terluka. Jude Bellingham terkapar. Tertunduk, mengusap wajah. Sempat meletus adu mulut antara sesama pemain bernomor punggung 10. Jude Bellingham versus Lionel Messi.
”Goooooooooooool.”
”Hidup Argentina.”
”Mantab.”
Giliran pendukung Argentina berjingkrak. Spontan Bupati Subandi berdiri dan mengangkat kedua tangannya. Bersemangat bak gerakan Lionel Messi yang tertangkap di layar lebar. Dari belakang terlihat mencolok kostumnya bernomor 10 juga, dengan tulisan Messi.
”Yess. Yess. Yess,” teriak para penonton lain yang semula duduk anteng, tapi ternyata sama-sama pendukung Argentina juga.
Bupati Subandi bersama Kepala Bank Jatim Cabang Sidoarjo Suyatno merayakan gol Argentina ke gawang Inggris. Giliran Kepala BNNK Sidoarjo yang pegang kepala (kanan). (Foto: Fathur Rozi/Ketik.com)
Sunarno, Bagian Protokol dan Dokumentasi Pimpinan, Pemkab Sidoarjo, berlari mendekat sambil berjoget riang. Ketua DPD PAN Sidoarjo Khulaim Junaidi membuka jaketnya. Terlihat jersey abu-abu putih Argentina. Namun, permainan belum usai.
Suhu atmosfir pertandingan meninggi. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, terlihat belum mengubah strateginya. Inggris semakin bermain bertahan. Tekanan Argentina malah kian meningkat. Pemain cadangan Argentina, Nico Gonzalez, melontarkan sundulan kepala. Gagal. Begitu pula aksi Alexis Mac Allister yang tembakan bolanya membentur gawang.
Permainan semakin menegangkan. Permainan gemilang kiper Pickford ditamatkan oleh oleh Lautaro Martinez. Pada menit 90+2, mantan striker Inter Milan itu sekaligus memupus harapan Inggris menuju laga final Piala Dunia FIFA 2026.
Tandukan emas Martinez menjebol gawang Inggris. Stadion Atlanta, Amerika Serikat, bergetar. Tepuk tangan bergemuruh. Penonton di belakang Pendopo Delta Wibawa kembali riuh. Argentina menang. Mereka pun bersorak.
Bupati Subandi melonjak gembira ala Lionel Messi yang merayakan gol Argentina ke gawang Inggris dalam semifinal Piala Dunia Kamis dini hari (16 Juli 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Bupati Subandi spontan maju dan berputar-putar di depan layar. Kostum Argentina sampai ditutupkan ke wajanya. Saking gembiranya. Pendukung Argentina lainnya pun ikut kegirangan. Merayakan kemenangan. Nobar Argentina vs Inggris berakhir menjelang Subuh. Bupati Subandi bersama beberapa penonton lain kemudian sholat Subuh di Mushola Pendopo Delta Wibawa.
Akankah kejayaan Argentina berlanjut di final dan menjadi Jawara Piala Dunia FIFA 2026? Saksikan bersama acara Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Forkopimda Kabupaten Sidoarjo. Bupati Subandi bakal hadir di venue Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo pada Senin Dini hari (20 Juli 2026) pukul 01.30 WIB.
Hadiahnya berlimpah. Dari empat paket umrah, 20 sepeda angin, 3 kulkas, dan sebagainya. Undangan warga Kabupaten Sidoarjo untuk nobar Piala Dunia 2026 ini sejalan dengan ajakan Menpora RI Erick Thohir.
Para kepala daerah disarankan menggelar Nobar Piala Dunia 2026 gratis dan serentak. Melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi pergerakan ekonomi daerah dengan melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (*)
.png)