KETIK, SIDOARJO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan stok pangan di seluruh daerah di provinsi setempat dalam kondisi aman dan mencukupi, termasuk memperkuat distribusi untuk mencegah disparitas harga antarwilayah.
“Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Timur memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan. Kami pastikan stok aman, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali,” ujarnya dalam siaran pers diterima di Surabaya pada Minggu, 12 April 2026.
Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak serta tidak melakukan panic buying, mengingat ketersediaan bahan pokok dalam kondisi cukup dan terjaga.
“Upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, memperkuat ketahanan pangan, serta melindungi daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan global,” tuturnya.
Salah satu upaya lainnya yakni gelaran pasar murah yang hingga saat ini sudah digelar sebanyak 59 kali. Data tersebut tercatat mulai 1 Januari 2026 hingga 8 April 2026.
Dalam siaran pers diterima di Surabaya pada Minggu, 12 April 2026, berbagai komoditas bahan pokok disediakan di pasar murah harganya lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Rinciannya, beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram hingga minyak goreng Minyakita Rp13.000 per liter.
Kemudian telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan. (*)
